Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak sembilan unit motor dievakuasi petugas gabungan dari BPBD Kota Surabaya, Polsek Karangpilang, Basarnas dan relawan dari kapal tambangan yang tenggelam di aliran sungai Brantas, Jalan Mastrip, Karangpilang, Sabtu (25/3/2023) sore.
Kanit Reskrim Polsek Karangpilang, Iptu Gogot mengatakan jika dari informasi yang didapat ada sepuluh sepeda motor yang tenggelam. Namun, hasil dari petugas menyelam hanya ada sembilan sepeda motor.
“Infonya tadi memang sepuluh. Tapi pas dicek ada sembilan saja,” ujar Gogot saat dikonfirmasi beritajatim.com.
Gogot menambahkan, saat ini petugas masih berfokus untuk mencari korban perempuan yang masih hilang berinisial D.
Baca Juga:
Wawali Surabaya Instruksikan Cek Kelayakan Kapal Tambang
Pantauan di lokasi, sepuluh perahu motor terus menyisir sungai. Petugas selam telah menarik diri lantaran arus sungai yang terlalu deras.
“Kemungkinan sampai jam 17.00 WIB. Namun, nanti kita lihat sampai jam berapa. Masih kami koordinasikan dengan pihak terkait, minya doanya saja supaya cepat ketemu korban yang hilang,” imbuh Gogot.
Sebelumnya diberitakan beritajatim.com, Kapal Tambang yang berada di aliran sungai brantas di Jalan Raya Mastrip Kemlaten tenggelam saat membawa sejumlah penumpang, Sabtu (25/03/2023). Dari data yang dihimpun, total 13 orang sempat tenggelam di sungai.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Surabaya Buyung Hidayat mengatakan, dari 13 orang yang tenggelam, ada satu yang hilang terbawa arus sungai yang deras.
Baca Juga:
Kapal Tambang Tenggelam di Karang Pilang, Ini Cerita Korban Selamat
“Jadi ada delapan yang sudah selamat ditepikan, ada dua dibawa ke rumah sakit, satu hilang, dua petugas selamat, jadi total 13. Kendaraan lebih dari lima,” kata Buyung.
Penumpang yang hilang tersebut diduga berjenis kelamin perempuan dengan rentan usia 23 tahun berinisial D warga Kemlaten VIII.
“Ciri-cirinya mengenakan jaket merah, celana cream dan helm putih. Saat ini masih kami cari,” imbuh Buyung.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Karang Gogot Purwanto mengatakan, pihaknya belum mengetahui secara pasti jumlah penumpang. Namun, dia memperkirakan ada sekitar 15 orang menaiki perahu tambang tersebut.
“(Sekitar) 13 penumpang, (dan) dua petugas tambang, yang satu narik tali, yang satu narik uang,” kata Gogot. [ang/beq]






