Surabaya (beritajatim.com) – Kapten Persebaya Surabaya, Reva Adi Utama, memiliki pengalaman yang cukup lama bergabung dengan PSM Makassar. Karena pengalamannya ini, dia memiliki pemahaman mendalam mengenai hal-hal yang perlu diantisipasi saat berhadapan dengan tim Juku Eja.
Sebagai seorang pemain asal Sulawesi Selatan, Reva Adi mampu menceritakan banyak hal mengenai karakter permainan PSM Makassar. Dia menekankan bahwa tim ini saat ini diperkuat oleh para pemain berkualitas. Meskipun begitu, Reva Adi tidak ingin timnya merasa terintimidasi oleh permainan dan kekuatan lawan, terutama karena mereka bermain di kandang sendiri.
“Saya pernah di PSM selama 3 tahun, jadi saya tahu cukup banyak tentang permainan mereka dan juga para pemain berkualitas di sana. Namun, saya berharap para pemain kami tidak merasa canggung menghadapi PSM di kandang sendiri dan di hadapan suporter Bonek dan Bonita,” kata Reva Adi.
Sebagai kapten tim, Reva Adi selalu menjunjung tinggi komunikasi dengan rekan-rekan setimnya. Dia aktif berkomunikasi dan mendorong para pemain untuk bersikap terbuka satu sama lain. Baginya, komunikasi adalah kunci penting dalam meraih kemenangan dalam setiap pertandingan.
“Komunikasi terus menjadi fokus dalam tim. Semua yang saya ketahui dan yang diketahui oleh pemain lain, kami saling berbagi informasi. Saya yakin dengan komunikasi yang baik, kami akan menjadi lebih kuat sebagai tim,” ungkapnya.
Dalam konteks persiapan PSM Makassar menghadapi Persebaya, terlihat bahwa skuad Juku Eja sedang mempersiapkan taktik dan strategi khusus untuk pertandingan ini. Ada indikasi bahwa PSM akan menggunakan beberapa pemain dari lapis kedua dalam pertandingan melawan Persebaya.
BACA JUGA:
Persebaya Berminat Patenkan Uston Nawawi, Terkendala Lisensi
Pertandingan melawan Persebaya sangat krusial bagi PSM Makassar karena mereka perlu mempertahankan posisi puncak klasemen. Saat ini, PSM mengumpulkan 53 poin dari 25 pertandingan. Sementara itu, Persebaya berada di posisi ketujuh dengan 37 poin dari 23 pertandingan.
Pertandingan ini menjadi sorotan karena menghadirkan dinamika antara tim yang memiliki tujuan berbeda. PSM ingin mempertahankan puncak klasemen, sementara Persebaya berharap meraih tiga poin di hadapan para suporter setianya. [way/but]






