Lamongan (beritajatim.com) – PAC Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Paciran Lamongan menggelar santunan anak yatim piatu di Kantor MWC Nahdlatul Ulama Paciran, Kabupaten Lamongan, pada Jumat (22/4/2022) malam.
Diketahui, santunan kepada 42 anak yatim piatu ini digelar bersamaan dengan peringatan Nuzulul Quran, yang mengusung tema “Menjemput Seribu Bulan, Menggapai Keberkahan dan Mengharap Ridlo Allah SWT”.
Ketua panitia kegiatan ini, Roni Priyono S.Kom mengatakan, peringatan Nuzulul Quran ini digelar oleh ISNU untuk mengingat kembali, mengenang dan mempelajari serta memahami proses turunnya Al Quran yang merupakan pedoman umat Islam.
“Marilah kita bersyukur bahwa kita masih diberikan umur yang panjang untuk dapat kembali dipertemukan dengan bulan suci Ramadan dan bersama-sama memperingati Nuzulul Quran pada hari ini,” ujar Roni kepada wartawan.
Lebih lanjut Roni mengatakan, kegiatan ini sebagai salah satu sarana pembinaan mental spiritual kepada para anggota dan pengurus di lingkungan ISNU Paciran. Selain itu dengan adanya santunan, kepekaan dan tanggung jawab sosial para pengurus akan lebih meningkat.
“Lalu, Nuzulul Quran ini juga memiliki tujuan untuk mengimplementasikan isi kandungan Al Quran dalam kehidupan sehari-hari dalam mewujudkan masyarakat yang religius, sehingga terwujud baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua PAC ISNU Paciran, Khoirul Huda S.IP, MM menyampaikan, bahwa kegiatan ini rutin dilakukan tiap tahun saat bulan Ramadan. Selain santunan, imbuh Khoirul Huda, dalam kegiatan ini juga dilakukan Tahtimul Quran bi Nadlor dan Istighosah.
“Melalui kegiatan ini, PAC ISNU Paciran ingin berbagi kebahagiaan dengan anak yatim pada bulan Ramadan kali ini, sekaligus sebagai upaya menambah ladang pahala,” tuturnya.

Khoirul Huda menambahkan, meski ISNU adalah banom NU yang keberadaan relatif muda dibanding dengan banom yang lain. Namun, ISNU sebagai organisasi berbasis profesi memiliki peran starategis, utamanya dalam pengembangan skill atau keterampilan.
“ISNU ini sebagai laboratorium dari pengembangan dimensi keilmuan yang beragam. Ini yang disebut oleh nabi Muhammad bahwa ihtilaful ummati rohmatun. Perbedaan profesi keahlian akan berdampak mafsadah atau manfaat, sepanjang kita mampu mengelolanya,” paparnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”ramadan-2022″]
Terakhir, Khoirul Huda juga mengucapkan terimakasihnya kepada PT. Intan Satya Nusantara Utama (PT. ISNU) yang memiliki produk unggulan bernama Nutrisan (Nutrisi Santri) lantaran telah mensupport penuh, sehingga kegiatan ini bisa terselenggara dengan lancar.
“Terimakasih kepada PT ISNU yang mampu memproduksi Nutrisan, berbahan dasar ikan segar, juga kepada PT. Makmur jaya Abadi milik salah satu pengurus ISNU yang bergerak di bidang produksi pupuk. Ini sangat cocok jika disinergikan dengan Kementrian Pertanian, bidang peremajaan kelapa sawit di daerah Sulawesi Selatan, sehingga selaras dengan program PBNU,” pungkasnya.[riq/ted]






