Lamongan (beritajatim.com) — Dalam rangka menyambut peringatan bulan Bung Karno, para aktivis muda yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) Lamongan akan menggelar serangkaian lomba pada Juni mendatang. Bahkan, pihak panitia telah menggelontorkan dana dengan total mencapai Rp 20 juta sebagai hadiah bagi para pemenangnya.
Bulan Juni menjadi bulan Bung Karno, pasalnya di bulan tersebut Bung Karno lahir, tepat pada 6 Juni 1901, dan pada 21 Juni 1970 Bung Karno wafat. Bulan Juni juga merupakan kelahiran Pancasila, yakni pada 1 Juni.
Pihak panitia mengaku, lomba tersebut rencananya akan dikemas dengan menanamkan spirit Nasionalisme. Adapun jenis lomba yang disayembarakan antara lain, lomba pidato menghafal biografi Bung Karno dan cipta puisi.
Ketua panitia pelaksana lomba, Agung W. Syukur mengungkapkan, lomba tersebut bertujuan sebagai bentuk ikhtiar mahasiswa dalam membumikan nama Bung Karno pada generasi muda di Lamongan.
“Tak ada syarat khusus, pendaftaran pun gratis, yang terpenting adalah niat kita untuk mengenalkan Bung Karno ke generasi muda bisa terealisasikan, makanya lomba diperuntukan bagi pelajar SMA,” ungkapnya, Rabu (19/5/2021).
Agung juga menyampaikan, bahwa lomba tersebut banyak menarik perhatian para pelajar. Buktinya, sejak lomba ini dibuka pada awal Mei lalu, panitia telah mencatat banyak peserta lomba yang mendaftar. Bahkan ada beberapa nama yang diketahui dari luar daerah Lamongan.
“Untuk pertama kalinya lomba ini diadakan dalam peringatan Bulan Bung Karno. Menurut jadwal, pendaftaran akan ditutup pada tanggal 5 Juni mendatang. Saya kira kegiatan ini akan membawa manfaat bagi kawula muda,” ujarnya.
Acara peringatan Bulan Bung Karno ini, lanjut Agung, akan digelar di Pendopo Lokantantra Kabupaten Lamongan. Acara tersebut akan diisi serangkaian kegiatan sosial dan ajang silaturahmi antar kader GMNI dan para alumninya.
“Selain lomba, acara akan banyak diisi dengan hal yang berimplikasi langsung dengan kehidupan sosial, seperti pameran UMKM dan bakti sosial,” lanjutnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”lamongan”]
Agung juga menceritakan, jika sejarah kegemilangan masa Ir Soekarno (Bung Karno) banyak dilupakan oleh sebagian besar warga, apalagi generasi millenial. “Karena kita tahu, pada masa orde baru sejarah kepahlawanan Bung Karno telah dihilangkan,” ceritanya.
Para kader GMNI Lamongan juga mengharapkan, bahwa ikhtiar yang dilakukan oleh para kader ini akan terwujud dan berjalan lancar, sehingga apa yang diinginkan bisa tercapai. “Semoga apa yang kami cita-citakan bisa terwujud, ikhtiar ini bisa berjalan tanpa halangan apapun,” pungkas Agung mengakhiri ceritanya. [riq/but]







