Lamongan (beritajatim.com) – Seorang pria berkewarganegaraan Belanda bernama Johannes Wilhemus Jacobus Sjef Van De Pol, memutuskan untuk menjadi muallaf setelah mengucapkan dua kalimat syahadat, di Dusun Dengok, Desa Kandangsemangkon, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan.
Saat mengucapkan dua kalimat syahadat tersebut, Sjef, sapaan akrab pria kelahiran Belanda tersebut dipandu oleh Jajaran Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Dengok Paciran, yakni Rais Syuriah Sihabul Millah, M.Pd.I, Ketua Tanfidz M. Ali Nafsin, dan sejumlah pengurus lainnya.
Sjef mengaku, awal mula ketertarikannya terhadap Islam ini sebenarnya sudah ia rasakan sejak setahun terakhir, tepatnya saat Pandemi Covid-19 mewabah di negaranya. Namun, ia berkata, kala itu ia masih kebingungan untuk mendalami agama Islam di negara kincir angin tersebut.
“Awalnya itu di negara Belanda ada komunitas orang Islam. Lalu saya tertarik dengan Islam. Namun, waktu itu saya masih kesulitan untuk mengungkapkannya, karena kondisinya juga masih ada corona,” ujar Sjef, Minggu (9/10/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”islam”]
Seiring berjalannya waktu, keinginan Sjef untuk menjadi muallaf itu semakin kuat. Lalu ia berusaha mencari literatur tentang Islam secara mandiri. “Saya ingin masuk Islam sejak dulu, saya juga sempat ke masjid, tapi kondisinya kurang memungkinkan karena corona,” akunya.
Singkatnya, Sjef yang sebelumnya memiliki seorang kenalan bernama Uswatun Hasanah, perempuan asal Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan melalui akun Facebook pun tiba-tiba ingin mendatanginya.
Dengan tekadnya yang kuat, akhirnya Sjef tiba di Paciran dan bisa bertemu dengan Uswatun di kediamannya. Tak hanya itu, Sjef ternyata juga menaruh hati kepada Uswatun dan ingin menjadikannya sebagai istrinya.
Mendapat ajakan untuk menikah dari Sjef, kemudian Uswatun menerima ajakan tersebut, tapi dengan syarat Sjef harus menjadi muallaf dan memperdalam belajar tentang ajaran agama Islam terlebih dahulu.
Dari pertemuannya ini, secara tidak langsung Sjef juga bertemu dengan Iwanul Hanif, seorang guru yang mengajar Bahasa Inggris di Pondok Pesantren Maslakul Huda Dengok. Kala itu, Iwan membantu Sjef berdiskusi tentang Islam dan mengarahkannya untuk menjadi muallaf.
“Alhamdulillah, Mas Sjef kini masuk Islam. Cerita awalnya saat saya ketemu mas Iwanul Hanif. Selang beberapa hari kita tidak kontak, baru 15 hari kemudian Sjef bertanya ke Mas Iwan dan bilang ingin jadi muallaf,” tutur Uswatun, yang setiap harinya berjualan minuman jus tersebut.
Sementara itu, Iwanul Hanif juga membenarkan tentang awal mula pertemuannya dengan Sjef. Mengetahui Sjef yang ingin masuk Islam, ia lalu mengenalkannya tentang Islam moderat ala NU kepada Sjef.
“Iya, Sjef datang ke Paciran dan akhirnya bertemu dengan saya. Ia mengutarakan tentang ketertarikannya dengan Islam. Ia ngaku ingin menjadi muallaf sejak dahulu. Ia juga sempat pergi ke masjid untuk belajar Islam. Namun Sjef berkata jika imamnya kurang respon karena situasinya masih pandemi. Akhirnya saya memberitahu Sjef tentang Islam moderat ala NU. Lalu dia senang dengan NU dan ingin segera masuk Islam,” ungkap Iwan.
Lebih lanjut setelah beberapa hari Iwan menemani Sjef, Ia juga mengaku telah memberikan pembelajaran berbagai hal kepada Sjef tentang Islam. “Sekitar 5 hari yang lalu, ia benar-benar mempelajari tentang Islam, kemudian saya mensarankannya untuk sama-sama diikrarkan di depan orang banyak,” sambungnya.
Usai Sjef bersepakat dan memantabkan niatnya, Iwan mengajaknya untuk bertemu dengan Kiai Sihabul Millah. Sehingga, bertempat di Musala NU Al-Kautsar Dengok, Sjef mengucapkan dua kalimat syahadat dan resmi menjadi muallaf.
“Saya merujuk ke Ustadz Habul, lalu pada hari Sabtu (8/10/2022) kemarin, ia mengikrarkan dua kalimat syahadat. Kami juga memberikan sertifikat, sebagai bukti kalau ia sudah benar-benar menjadi muallaf untuk dibawa kembali ke negaranya,” terang Iwan.
Iwan menegaskan, Sjef telah berjanji untuk memeluk Islam dengan kesadaran dan keyakinan yang ada dalam dirinya, di hadapan para saksi dan secara sadar mengucapkan syahadat tanpa adanya paksaan dari pihak manapun.
“Sertifikat itu diberikan karena rasa persaudaraan dan sebagai bukti bahwa orang yang bersangkutan telah masuk Islam dan agar dapat digunakan dengan baik. Semoga Allah Swt selalu memberikan bantuan dan bimbingan kepada kita semua,” tandasnya.
Sebagai informasi, sebelum memeluk agama Islam, Sjef yang merupakan pria kelahiran tahun 1979 ini dulunya beragama Katolik. Ia tinggal di Julianastraat 645401HG Uden, Belanda. Setelah resmi jadi muallaf, ia juga bakal melangsungkan pernikahan dengan wanita yang dicintainya, yakni Uswatun Hasanah.[riq/kun]






