Surabaya (beritajatim.com) – Hari Bumi selalu diperingati setiap 22 April. Salah satu aksi yang dapat dilakukan adalah menerapkan go green sebagai bentuk upaya menjaga bumi.
Selain itu, kita menyadari bahwa memang diberikan perawatan supaya membaik dan nyaman ditinggali. Tindakan ini menjadi bentuk kesadaran dan kepedulian dengan alam.
Maka dari itu, dengan langkah mudah prinsip go green mampu memberikan dampak baik untuk kondisi bumi. Bahkan terlepas dengan adanya hari bumi, beberapa komunitas sudah mulai menjadi go green sebagai sebuah budaya mereka. Sedangkan, untuk beberapa brand menjadikan hal itu sebagai tujuan atau visi perusahaan.
Ada pemanasan global berkaitan dengan campaign hari bumi tentang perubahan iklim. Tentu saja, kondisi ini menjadi perhatian khusus bahkan membutuhkan bentuk aksi nyata.
Sebelumnya, kita perlu mengerti prinsip utama yang mendasar dari aksi go green. Bumi yang menjadi tempat tinggal makhluk hidup baik memiliki tiga langkah dalam menjaganya:
Recycle
Sesuai dengan namanya, ini bentuk aksi dari mendaur ulang sehingga dapat dimanfaatkan. Barang-barang yang didaur ulang barang bekas yang dianggap sampah.
Kemudian muncul kreativitas mengubah barang bekas menjadi lebih bermanfaat. Seperti botol minuman dari plastik setelah isinya habis bisa langsung dibuang. Walaupun berbahan plastik tapi botol ini mengurai dalam tanah sangat lama sehingga bumi mudah terkontaminasi.
Reduce
Langkah awal dalam menjalankan aksi penghematan sumber daya energi dengan melakukan pengurangan pemakaian benda dan produksi sampah.
Ketika sudah mengerti prinsip ini dalam kehidupan sehari-hari, go green akan lebih mudah untuk dilakukan. Sebagai contoh yaitu pengurangan mengurangi konsumsi energi listrik atau mematikan listrik ketika tidak sedang digunakan. Sedangkan dalam mengurangi sampah plastik, kita bisa memakai kantong sekali pakai.
[berita-terkait number=”3″ tag=”kesehatan”]
Reuse
Aksi dalam pemanfaatan kembali barang-barang yang lama. Barang yang sudah digunakan tidak langsung dibuang, namun dipilih atau diseleksi terlebih dahulu.
Kalau masih dapat digunakan kembali dengan baik, maka manfaatkanlah. Walaupun mungkin ada beberapa orang yang kurang suka karena kesannya kurang berkelas.
Apalagi jika kita melihat serta membandingkan pada tren yang terus menerus berubah. Hanya saja, reuse barang-barang lama sebenarnya memberikan keuntungan.
Bukan hanya menunjukkan rasa peduli dengan lingkungan, namun kita menjadi lebih hemat karena tidak membeli barang baru. (prd/ian)






