Surabaya (beritajatim.com) – BG Skin, brand skincare lokal Indonesia meluncurkan program BG Skin Go Green sebagai komitmen untuk mengurangi sampah dan menjaga lingkungan.
Program ini bekerja sama dengan Universitas Yudharta Pasuruan untuk memperkenalkan mesin pirolisis yang mengolah limbah plastik, termasuk sampah dari produk BG Skin dan sampah plastik di sekitar kampus.
Program BG Skin Go Green ini merupakan upaya dari BG Skin untuk menjaga kelestarian lingkungan dengan mendaur ulang kemasan bekas skincare yang dikumpulkan dari pelanggan.
Founder BG Skin Vonny Afiyah mengatakan bahwa program ini tidak hanya mengelola limbah, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya keberlanjutan lingkungan.
“Kami berharap program ini dapat memberikan dampak positif yang luas. Tidak hanya untuk lingkungan, tetapi juga bagi masyarakat yang terlibat langsung dalam proses ini,” ujar Vonny, Rabu (6/11/2024).
Mesin pirolisis yang digunakan dalam program ini merupakan mesin pertama di Jawa Timur yang mampu mengolah hingga 100 kg sampah plastik.
Mesin ini memanaskan plastik hingga suhu tinggi, dan menghasilkan bahan bakar cair seperti bensin dan solar, serta residu karbon hitam.
Hasil bahan bakar ini telah diuji dan memenuhi standar Laboratorium Pertamina, dan akan digunakan untuk kendaraan dan kebutuhan lain di kampus.

Residu karbon hitam juga dimanfaatkan untuk membuat produk seperti tempat tisu, tatakan gelas, dan tempat bolpoin, sehingga limbah tersebut bisa digunakan kembali.
Dengan adanya program BG Skin Go Green dan mesin pirolisis ini, BG Skin berharap bisa berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan sambil tetap mendukung kesehatan kulit penggunanya. [ipl/suf]






