Surabaya (beritajatim.com) – Sistem kekebalan atau imun tubuh merupakan hal yang penting dalam melindungi dari infeksi. Selain itu, sistem imun mampu membantu berjuang melawan infeksi saat sakit. Bagi anak-anak, hal ini berpengaruh pada tumbuh kembang anak bahkan kecerdasan atau IQ anak. Dampak dari sistem imun yang lemah akan membuat si kecil mudah sakit. Hingga pada akhirnya, malnutrisi atau gangguan nutrisi.
Gangguan nutrisi tidak selalu identik dengan anak kurus melainkan pada anak kegemukan atau obesitas. Maka dari itu, anak yang kurus, terlalu kurus, atau terlalu gemuk dapat mempengaruhi kesehatan, tumbuh kembang dan kecerdasan. Hal penting yang perlu diketahui adalah anak yang mengalami gejala sistem imun lemah biasanya lemas dan tidak aktif. Bukan hanya itu, kemungkinan ada kelainan atau kekurangan imunitas pada anak.
Umumnya anak-anak terutama balita selalu aktif kecuali ketika mereka tidur. Waktu beristirahat mereka maksimal satu jam. Setelah itu, dia akan kembali beraktivitas. Untuk menjaga imunitas semakin kuat, kita perlu memperhatikan nutrisi dengan gizi seimbang.
Penting dalam menjaga pencernaan menjadi tempat untuk memproduksi sel-sel imun. Pencernaan yang kurang sehat membuat makanan maupun vitamin dikonsumsi anak menjadi tidak bisa mudah terserap oleh tubuh atau terbuang.
Seringkali gangguan pencernaan sering terjadi pada anak adalah sembelit dan diare. Kadang-kadang pada anak lebih kecil terjadi nyeri perut fungsional atau tidak diketahui sebabnya. Selain itu, GERD dengan asam lambung terlalu tinggi bahkan dapat naik ke kerongkongan. Namun, ternyata ada gangguan imunitas anak yang dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti keturunan khususnya ketika ibunya sedang mengandung.
Ibu yang sedang hamil dapat menurunkan imunitas pada anaknya. Maka dari itu, penting untuk ibu menjaga atau meningkatkan kesehatan pencernaan supaya probiotik atau bakteri baik pada tubuh yang cukup. Imunitas dari sisi alergi dapat diturunkan dari orang tua.
Sejak dini, ibu perlu memenuhi kebutuhan nutrisi dan probiotik, bahkan sejak anak dalam kandungan. Walaupun faktor genetik tidak dapat dihindari, konsumsi makanan dan suplemen yang baik merupakan upaya supaya alergi tidak terlalu parah atau sering kambuh. (PRD/ian)






