Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan Profesor dan Dosen dari Leiden University Medical Center (LUMC) Belanda di Gedung Negara Grahadi Surabaya.
Pertemuan ini bertujuan mempererat kerja sama strategis, khususnya di bidang nefrologi dan transplantasi ginjal.
Dipimpin oleh Prof. dr. Marlies Reinders, rombongan LUMC disambut oleh Gubernur Khofifah didampingi Direktur RSUD Dr. Soetomo, Prof. Dr. Cita Rosita.
Gubernur Khofifah optimistis kolaborasi ini akan mengungkit upaya Pemprov Jatim mewujudkan World Class Hospital (WCH).
”Harapan kami, RSUD di Jatim mampu meningkatkan pelayanan kesehatan bertaraf internasional melalui program WCH. Dengan jejaring dan layanan kelas dunia, warga Jawa Timur tidak perlu berobat ke luar negeri,” ungkap Khofifah.
Secara spesifik, kolaborasi ini berfokus pada penguatan program transplantasi ginjal di RSUD Dr. Soetomo, yang merupakan salah satu rumah sakit Pemda terbesar di Indonesia dan icon kesehatan Jatim.
RSUD Dr. Soetomo dan LUMC telah memiliki kerja sama proctoring yang profesional. Tercatat, lima kasus transplantasi ginjal berhasil dilakukan dengan hasil yang baik berkat kolaborasi ini. Secara total, RSUD Dr. Soetomo telah menjalankan 53 kasus transplantasi ginjal dengan tingkat keberhasilan 100 persen dalam dua tahun terakhir.
”Apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada Tim Medis Transplantasi Ginjal RSUD Dr. Soetomo atas terjalinnya kerja sama strategis dengan LUMC Belanda,” ucap Khofifah.
Khofifah berharap kerja sama ini dapat meluas, mencakup pelayanan, penelitian, dan pertukaran Sumber Daya Manusia (SDM) untuk memperkuat kapasitas medis lokal.
Member of the Executive Board of LUMC Belanda, Prof. dr. Marlies Reinders, mengaku sangat terinspirasi dengan perkembangan di Jatim dan optimis kerja sama akan terus berlanjut.
”Kami yang pertama kali melakukan transplantasi ginjal di Belanda, dan memiliki tujuh pusat akademis. Akan sangat baik untuk bisa bertukar ilmu dan pengalaman dengan tim di sini yang juga sangat baik,” ujar Prof. Reinders, menutup sambutannya. [tok/beq]






