Magetan (beritajatim.com) – Pertama kali, sejak terbakar pada Minggu (1/10/2023), karhutla di Gunung Lawu masuk wilayah Magetan mendapatkan support water bombing menggunakan helikopter Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Helikopter PK-DBM itu mulai melakukan water bombing di Magetan pada Sabtu (7/10/2023) pukul 13.30. Total ada 17 kali siraman, beberapa siraman sudah tepat sasaran, ada pula yang meleset. Sebagian api yang membakar petak 51 B RPH Bedagung BKPH Lawu Selatan KPH Lawu Ds itu sudah padam.
Untuk air, helikopter mengambil dari Kolam Renang Wisata Sengon Hill di Desa Girimulyo Kecamatan Jogorogo Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Water bombing dihentikan sekitar pukul 17.07 WIB karena sudah menjelang matahari terbenam.
Edi Sulangkir, perangkat Desa Ngiliran Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan mengatakan bahwa awalnya para relawan dari Destana Ngiliran melakukan penanganan dengan cara konvensional ditambah dengan alat semprot pestisida. “Syukurlah, hari ini kami dibantu dengan water bombing. Cukup efektif agar api tidak sampai meluas,” kata Edi, Sabtu (7/10/2023).
Diketahui, Petugas gabungan yang melakukan penanggulangan kebakaran hutan Gunung Lawu yang berada di petak 51 dan 52 masuk kawasan RPH Bedagung Desa Ngiliran Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan, Sabtu (7/10/2023).
Total 10 unit alat semprot terpaksa digunakan untuk mencegah bara menjadi api ketika tertiup angin. Sehingga, bonggol kayu bisa terbasahi dan jika terkena angin, tak akn memunculkan api baru. “Kami dibantu alat semprot dari Perhutani untuk membantu memadamkan api. Supaya bara yang tertiup angin tidak muncul api baru,” kata Edi Sulangkir, anggota Destana Ngiliran yang jadi relawan pemadaman api karhutla, Sabtu (7/10/2023).
Pria yang juga perangkat desa setempat itu menceritakan jika total 100 personel gabungan melakukan pemadaman dan memantau di jalur ilaran. “Ya diperkirakan sudah hampir 1.000 hektar di beberapa desa ya. Di Ngiliran, Bedagung, Sukowidi, Tapak. Hutan campur semua,” katanya.
Saat ini sejumlah petugas masih melakukan pemantauan di dekat lokasi kebakaran. Pun, asap masih membumbung tinggi di kawasan Petak 51. [fiq/kun]
BACA JUGA: Petugas Pakai Sprayer Atasi Karhutla Gunung Lawu






