Surabaya (beritajatim.com)- Bagi masyarakat Malang, nama Comboran bukan sekadar sebuah kawasan, melainkan institusi bagi para pemburu barang bekas yang melegenda. Secara administratif, pusat keriuhan ini berlokasi di Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur.
Membentang di sepanjang Jalan Halmahera, Jalan Sulawesi, hingga merembet ke area sekitar Stasiun Kota Lama, pasar loak ini adalah labirin bagi siapa saja yang percaya bahwa benda lama selalu punya cerita. Di sini, batasan antara tumpukan besi tua dan harta karun menjadi sangat tipis tergantung seberapa jeli mata Anda menelisik di balik debu jalanan.
Berbeda dengan galeri antik yang tertata rapi dengan harga selangit, Comboran menawarkan sensasi perburuan yang murni, berisik, dan penuh kejutan di setiap sudut lapaknya.
Surganya Pecinta Estetika “Vintage” Belakangan, Comboran kembali naik daun seiring meningkatnya minat generasi muda terhadap tren retro. Bagi Anda yang menyukai barang-barang dengan karakter kuat dari masa lalu, kawasan di jantung Kecamatan Klojen ini adalah “tambang emas” yang seolah tak ada habisnya:
Koleksi Kamera & Lensa Analog: Deretan kamera film lawas sekelas Pentax, Yashica, hingga berbagai lensa manual sering kali terselip di antara barang elektronik. Bagi kolektor, menemukan kamera yang mekaniknya masih “klik” di sini adalah kemenangan tersendiri.
Audio dan Musik Jadul: Mulai dari piringan hitam (vinyl) penyanyi legendaris, kaset pita band rock era 90-an yang sampulnya telah menguning artistik, hingga radio tabung yang masih berfungsi dengan suara khasnya yang hangat.
Interior & Furniture Jengki: Pecinta desain interior bisa menemukan kursi-kursi kayu tahun 60-an dengan kaki jengki yang khas, lampu gantung kristal, hingga pajangan kaleng kerupuk jadul dan poster iklan seng yang warnanya telah memudar cantik dimakan usia.
Fashion & Aksesori: Jaket kulit yang semakin belel justru semakin dicari, jam tangan mekanik tanpa baterai, helm cakil original, jam tangan hingga kacamata model aviator yang sudah jarang ditemui di toko modern.
Dari Onderdil Langka Hingga Koin Kolonial
Selain barang estetis, Comboran tetap setia pada fungsinya sebagai penyedia solusi teknis yang terjangkau. Para mekanik dan pehobi otomotif seringkali datang untuk mencari:
Onderdil Kendaraan: Baut-baut khusus, spion motor tahun lama, hingga komponen mesin yang sudah tidak diproduksi lagi oleh pabrikan resmi.
Alat Pertukangan & Militer: Gergaji, palu, hingga bor listrik bekas dengan kualitas material solid. Tak jarang, tas carrier tua atau pin-pin logam militer juga muncul di lapak-lapak tertentu.
Numismatik: Koleksi koin zaman kolonial Hindia Belanda hingga perangko lama yang menjadi incaran para kolektor benda sejarah.
Seni Negosiasi di Atas Aspal
Berbelanja di Comboran adalah tentang mengasah kemampuan negosiasi. Di sini, harga label hampir tidak pernah berlaku. Transaksi yang terjadi adalah sebuah percakapan budaya antara pembeli dan pedagang yang rata-rata telah menghuni kawasan Kelurahan Sukoharjo ini selama puluhan tahun.
Tips jitu bagi pemula: jangan menunjukkan ketertarikan berlebih pada satu barang. Periksalah kondisi barang dengan detail, temukan celah kecil untuk menawar, dan lakukanlah dengan bahasa yang santun. Sering kali, barang terbaik justru tersembunyi di tumpukan paling bawah atau di balik karung-karung kumal yang tampak tidak meyakinkan.
Comboran adalah wajah Malang yang apa adanya. Ia tidak berusaha tampil mewah, namun ia menyediakan ruang bagi keberlanjutan sebuah benda—memberikan kesempatan bagi barang yang sudah “pensiun” untuk kembali bermanfaat. Bagi Anda yang jenuh dengan keseragaman produk pabrikan di mal, melipir ke
Comboran di akhir pekan bisa menjadi petualangan kecil yang menyegarkan. Siapkan mata yang jeli, alas kaki yang nyaman, dan dompet penuh uang tunai kecil. Karena di Comboran, keberuntungan sering kali bersembunyi di tempat yang paling tidak terduga. [Devi Dwi Windah Sari]






