Surabaya (beritajatim.com) – Perbasi Jawa Timur resmi melakukan tindakan tegas berupa skorsing dan memutuskan tiga hal terkait dengan kericuhan yang terjadi dalam kejuaraan basket antar SMA Piala Walikota Surabaya Tahun 2023, Senin (20/2/2023) lalu di Gelora Pancasila Surabaya antara SMAN 9 Surabaya melawan SMAN 5 Surabaya.
Ketua Perbasi Jawa Timur Grace Evi Ekawati mengatakan Perbasi Jatim memberikan skorsing kepada Stanly Vian P atlet Tim Putra SMA Negeri 9 Surabaya.
Hukuman itu berupa tidak diperbolehkan bermain menjadi atlet bola basket dalam kompetisi dan atau kegiatan bola basket apapun di Jawa Timur selama satu tahun terhitung tanggal 23 Februari 2023 hingga 23 Februari 2024.
“Karena eventnya terjadi di Pemerintah kota ya skorsingnya sebatas eventnya Pemerintah Kota Surabaya selama setahun tidak bisa mengikuti semua eventnya yang diselenggarakan oleh Pemkot Surabaya,”ungkap Grace Evi Ekawati, Ketua Perbasi Jawa Timur, Jumat (24/2/2023).

Selain itu Perbasi juga memberikan skorsing kepada Tim Putra Bola Basket dan Supporter SMA Negeri 9 Surabaya berupa hukuman tidak diperbolehkan mengikuti seluruh kompetisi dan atau kegiatan apapun yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Surabaya selama satu Tahun terhitung tanggal 23 Februari 2023 hingga 23 Februari 2024.
Yang ketiga dikarenakan masih bergulirnya Piala Walikota se Surabaya Raya Tahun 2023, dimana Tim Putri Bola Basket SMAN 9 Surabaya masih bertanding, maka dengan ini ditegaskan bahwa Tim Putri SMAN 9 Surabaya tidak boleh membawa suporter.
[berita-terkait number=”2″ tag=”basket-antar-sma-ricuh”]
Sanksi ini diberikan setelah Dispora Surabaya melimpahkan kasus ini kepada Perbasi Jawa Timur, dan memanggil siswa yang terlibat dalam kerusuhan yang terjadi.
“Bukan tanpa alasan kami memberikan sanksi kepada mereka, awalnya Dispora Surabaya melimpahkan ke kami dan meminta skorsing namun kami melihat dulu bagaimana kasus ini bermula. Kami panggil yang bersangkutan terutama dari Sma n 9 lalu mereka menceritakan dan mengaku salah karena terprovokasi dengan pelaku yang turun ke lapangan,”ungkap wanita yang kerap disapa mama Evi ini.
Bahkan Evi berharap dengan skorsing yang diberikan ini bisa menjadi contoh yang lain untuk tidak mengulang kejadian seperti ini, apalagi saat ini basket menjadi salah satu olahraga yang lagi butuh pembenahan dan percontohan di Jawa Timur.
“Kalau tidak dikasih panisme akan dicontoh yang lain, basket di Jawa Timur ini dalam proses perubahan dan menjadi percontohan dengan kasus ini public otomatis menunggu kepastian sanksi ya ini sanksinya,”imbuhnya.
Tim SMA N 9 dan Stanly Vian di skorsing berdasarkan surat keputusan Surat Keputusan Nomor 024 Tahun 2021 tentang Pengukuhan Pengurus
PERBASI Provinsi Jawa Timur Masa Bakti 2021-2025 tanggal 30 November 2021 dan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia.
Dengan kasus kerusuhan Kegiatan Piala Walikota se- Surabaya Raya Tahun 2023. Kerusuhan yang terjadi dalam kegiatan Piala Walikota Surabaya Tahun 2023, 20 Februari 2023 lalu pada pertandingan kedua antara SMAN 9 Surabaya melawan SMAN 5 Surabaya.
Serta masuknya supporter dari SMAN 9 Surabaya kedalam arena pertandingan dan melakukan tindakan kegaduhan serta pemukulan yang dilakukan oleh Sdr. Stanly Vian P kepada salah satu Atlet SMAN 5 Surabaya. (way/ted)






