Magetan (beritajatim.com) — Perbaikan talud yang longsor di kawasan Telaga Sarangan diperkirakan membutuhkan anggaran cukup besar. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Magetan, Muhtar Wahid, menyebut estimasi biaya penanganan permanen talud berada di kisaran Rp2 hingga Rp3 miliar.
Muhtar menjelaskan, talud yang mengalami longsor memiliki panjang sekitar 76 meter dengan tinggi mencapai 7 meter. Apabila dilakukan penanganan permanen berupa pembangunan talud baru yang lebih kuat, maka anggaran yang dibutuhkan tidak sedikit.
“Kalau panjangnya sekitar 76 meter dengan tinggi 7 meter itu, kalau mau ditalut ya paling tidak butuh sekitar Rp2 sampai Rp3 miliar,” ujar Muhtar, Selasa (20/1/2026).
Ia menambahkan, penanganan permanen saat ini masih menunggu koordinasi lebih lanjut dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, mengingat status aset Telaga Sarangan masih berada di bawah kewenangan BBWS. Proses pengalihan aset ke Pemerintah Kabupaten Magetan sendiri, menurutnya, kembali tertunda.
“Kemarin hari Minggu, Bupati bersama Wakil Bupati sudah mengumpulkan UPT terkait, mulai dari DPUPR, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, BPBD, dan OPD lain untuk membahas penanganan longsor tersebut. Namun karena asetnya masih milik BBWS Bengawan Solo, penanganan permanen tentu perlu koordinasi dengan pihak pusat,” jelasnya.
Sambil menunggu penanganan permanen, Pemkab Magetan bersama BPBD dan BBWS melakukan langkah tanggap darurat agar akses jalan di kawasan Sarangan tetap bisa dilewati. Salah satu opsi yang diusulkan adalah pelebaran jalan ke sisi selatan sekitar 1,5 hingga 2 meter, sehingga kendaraan roda empat masih dapat melintas dengan aman.
“Konsep awalnya, sebelum talud tepi telaga ditangani permanen, kita lakukan pelebaran jalan ke sisi selatan. Itu pun masih kita koordinasikan terkait kepemilikan lahannya,” kata Muhtar.
Untuk tahap darurat, Pemkab Magetan siap berkontribusi melalui dukungan alat berat dan armada yang dimiliki daerah, seperti bego dan dump truck, guna melakukan pengerukan dan pelebaran badan jalan.
Muhtar menegaskan, Pemkab merasa perlu ikut andil dalam penanganan longsor tersebut karena Telaga Sarangan memiliki peran strategis bagi perekonomian masyarakat.
“Sarangan ini menjadi tumpuan banyak pihak, mulai dari petani di bawah PG Rejosari, pelaku wisata, pedagang, sampai masyarakat sekitar. Kalau tidak segera ditangani, dampaknya bisa luas,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Magetan berharap pemerintah pusat dapat segera mengambil peran utama dalam penanganan permanen talud longsor Telaga Sarangan, dengan dukungan anggaran yang memadai agar konstruksi yang dibangun lebih kuat dan berjangka panjang. [fiq/suf]






