Surabaya (beritajatim.com) – Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono menekankan pentingnya peran kampus sebagai intellectual capital bangsa dalam mencetak SDM Indonesia yang lebih berkualitas.
“Daya saing SDM Indonesia masih terus membutuhkan penguatan strategis yang harus terus diakselerasi,” kata Adhy saat menghadiri Wisuda UPN Veteran Jatim, Sabtu (24/2/2024) kemarin.
Baginya, SDM di Indonesia khususnya Jatim harus sudah mampu menghadapi persaingan global yang semakin digital. Di samping itu, lulusan kampus juga harus memiliki bekal adab dan budi pekerti luhur.
“Artinya lulusan ini harus tetap memperhatikan budi pekerti, culture lingkungan untuk bisa membawa diri di masyarakat sehingga diterima di masyarakat mana pun,” pesan Adhy di hadapan 733 wisudawan.
Ia berharap, perguruan tinggi mampu menjadi institusi pendidikan yang mengajarkan daya juang. Bahkan dapat membangun watak pembelajar yang terus belajar tanpa menunggu digurui.
Menurut dia, pentingnya peran kampus dalam membangun SDM berkualitas bisa dilihat dari peringkat Indonesia dalam Indeks Daya Saing Global 2023 yang mengalami peningkatan, yakni di posisi ke-34.
“Indeks Inovasi Global kita dalam laporan yang dirilis WIPO, menempati peringkat 61 dari 132 negara, dengan total skor 30,3. Posisi itu berhasil naik 14 peringkat dari peringkat 75 di tahun 2022,” sebutnya.
Sedangkan, untuk Indeks Daya Saing Talenta Global pada tahun 2023, Indonesia masih berada di peringkat ke-80 dari 134 negara, dimana Singapore berada di peringkat ke-2, Malaysia di peringkat ke-42 dan Thailand ke-79.
Sedangkan Rektor UPN Veteran Jatim Prof Akhmad Fauzi berpesan agar seluruh alumni bisa terus menjaga marwah almamater dengan terus menjaga kerendahan hati dan akhlak yang baik.
“Peningkatan kompetensi bidang keilmuan harus terus ditingkatkan dengan tidak lupa mengedepankan akhlak. Akhlak yang baik akan menjadi magnet bagi lingkungan yang positif,” pesannya. [ipl/aje]






