Banyuwangi (beritajatim.com) – Sejak pagi puluhan penyandang disabilitas dari berbagai penjuru datang di Satpas Polresta Banyuwangi. Mereka dijadwalkan akan mengikuti vaksinasi di tempat tersebut.
Antusiasme tampak dari mereka yang terlihat semangat menanti suntikan pertama itu. Berjajar rapi mengambil posisi untuk mendapatkan jatah vaksin.
Hingga suatu saat panggilan datang kepada seorang disabilitas. Dia adalah RM Yusuf warga, Pesucen, Kelipuro, Banyuwangi.
Dia seorang difabel yang tidak memiliki kedua tangan sejak lahir. Pendataan identitasnya dibantu oleh petugas polisi yang ada di lokasi. Bahkan, saat berjalan dia juga dituntun oleh polisi karena penglihatannya juga kurang normal.
Namun, dia tetap semangat menerima vaksin. Meskipun diakui, Dia merasa takut saat akan disuntik.
Timbul pertanyaan, karena biasanya seseorang yang normal disuntik vaksin bagian lengan. Tapi, Yusuf tidak punya lengan bahkan pangkalnya pun tidak ada.
Lalu di mana petugas akan menyuntikkan vaksin kepadanya? Akhirnya petugas memutuskan, harus membuka sarung yang dipakai Yusuf. Ternyata, petugas medis menyuntikkan vaksin di belakang (bokong) Yusuf.
“Aduh, ya Allah,” ucap Yusuf saat petugas menyuntikkan vaksin kepadanya.
Sekejap pun berlalu. Vaksin telah usai dimasukkan ke tubuhnya. Dia kemudian dituntun kembali ke kursi observasi.
“Rasanya lumayan, tidak sakit hanya terasa pas jarumnya masuk tadi,”
“Semoga dengan vaksin ini semua bisa membaik. Corona segera hilang dan sehat kembali,” ungkap Yusuf.

Beda halnya dengan Ahmad Zulkarnaen. Pria penyandang disabilitas ini justru sempat takut saat akan disuntik vaksin. Bahkan, beberapa kali dia menyela petugas medis untuk menunda suntikan.
Tapi, akhirnya vaksin masuk ke tubuh dengan mulus. Tanpa penolakan dan meronta ketakutan.
“Ternyata tidak sakit, cuma tadi sempat ragu saja,” kata Zul yang juga seorang fotografer difabel ini.
Dia berpesan, kepada semua teman dan seluruh masyarakat Indonesia untuk segera vaksin. Dia berharap, dengan vaksin semua sehat, Indonesia bisa kembali normal.
“Kaum difabel ini juga salah satu kategori orang yang rentan tertular Covid 19. Tapi, dengan semangat kita menunjukkan untuk bisa vaksin, mari kita vaksin agar kita semua sehat terhindar dari Covid 19,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”covid-19″]
Sementara itu, serbuan vaksinasi khusus untuk penyandang disabilitas ini digelar oleh Polresta Banyuwangi. Ada sebanyak 50 penyandang disabilitas yang terdaftar mendapatkan suntikan vaksin.
“Data awal ada 50 orang, ternyata datang lagi sehingga total ada 75 orang. 53 laki-laki dan 22 perempuan,” jelas Kapolresta Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu.
Menurut Nasrun, vaksin yang diberikan kepada para disabilitas ini berbeda. Karena menggunakan vaksin jenis Sinopharm.
“Ya hari ini kita menggunakan vaksin Sinopharm. Untuk nakes kita dari Polresta Banyuwangi dan dibantu dari Dinas Kesehatan,” terangnya.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebut, target vaksinasi penyandang disabilitas ada 800 orang. Kondisi itu akan terus bertambah sesuai data yang masuk.
“Hari ini kita target ada 150 penyandang disabilitas dari target 800 orang. Kita juga akan dapat tambahan vaksin lagi Sinopharm untuk disabilitas ini,” pungkasnya. (rin/ted)






