Surabaya (beritajatim.com) – Berperilaku sewajarnya tentu jadi syarat ketika berada di manapun tempatnya, termasuk di dalam pesawat. Kecenderungan pada perilaku tertentu bisa membawa pada hukum.
Inilah yang terjadi pada Antonio Sherrodd McGarity. Penumpang pesawat Southwest Airlines ini harus mendekam di penjara karena aksi nekatnya berperilaku eksibisionis bahkan masturbasi di atas pesawat.
Dikutip dari The Sun, McGarity melakukan masturbasi sampai empat kali di atas pesawat. Parahnya, dia menunjukkan ‘aset’nya kepada para saksi yang melihatnya dengan ketakutan.
McGarity dituduh melakukan perilaku cabul pada penerbangan Southwest 3814 pada 2 April 2022 lalu dari Seattle ke Phoenix. Sebuah pengaduan pidana, pertama kali diperoleh The Daily Beast, menyatakan tak lama setelah pesawat memulai perjalanannya, McGarity menurunkan celananya dan melakukan masturbasi setidaknya empat kali sambil duduk di sebelah penumpang wanita.
Pengadu mengatakan bahwa, “McGarity duduk di kursi 11F dan saksi perempuan duduk di kursi 11E.
“Tak lama setelah lepas landas, dan saat pesawat berada di udara, McGarity mengekspos (dirinya) dengan menurunkan celana dan celana pendeknya dan mulai melakukan masturbasi.”
Ketika McGarity sedang tidur, penumpang wanita di sebelahnya mengambil foto pria dengan celana di bawah kemudian menuntut hak pengaduan sipil. Keluhan tersebut menyatakan penumpang wanita memberi tahu pramugari tentang situasi tersebut, yang pada akhirnya mendorong mereka untuk mengubah tempat duduknya.
Begitu pesawat tiba, petugas polisi Phoenix menanyai wanita itu, yang mengatakan McGarity melakukan masturbasi di depannya “pada empat kesempatan terpisah, menggunakan kedua tangan kiri dan kanannya,” ungkap penumpang wanita itu.
Saat McGarity berbicara dengan Agen Khusus FBI, dia dilaporkan mengaku menyentuh dirinya sendiri.
Dia mengatakan kepada petugas bahwa dia “bertanya kepada saksi wanita apakah dia keberatan jika dia melakukan masturbasi,” sesuai dengan pengaduan.
“Menurut McGarity, saksi wanita itu mengangkat tangannya ke udara dan berkata, ‘Itu benar-benar tidak masalah,” McGarity membela diri.
Dokumen itu juga mencatat bahwa McGarity berpikir apa yang dia lakukan adalah “cukup norak.” Pihak berwenang mengatakan McGarity menghadapi dakwaan terkait tindakan tidak senonoh dan cabul.
Ketika dihubungi untuk dimintai komentar pada Senin malam, tim komunikasi Southwest mengatakan kepada The Sun: “Pada 2 April, anggota kru menerima laporan tentang perilaku pelanggan yang tidak pantas selama penerbangan dari Seattle ke Phoenix, dan kapten meminta penegak hukum menemui pesawat pada saat kedatangan.
“Kami segera menempatkan penumpang di Daftar Larangan Terbang kami, yang mengakibatkan larangan seumur hidup untuk bepergian dengan Southwest Airlines.”
Sementara itu, ratusan ribu pelaku perjalanan musim semi terdampar di bandara di seluruh Amerika akhir pekan ini karena maskapai besar mengalami masalah perjalanan yang serius dan sekitar 15.000 penerbangan domestik dibatalkan. (adg/beq)






