Probolinggo (beritajatim.com) – Aksi sosial kemanusiaan untuk memeratakan distribusi pangan bergizi menyasar masyarakat yang tinggal di kawasan pedalaman Kabupaten Probolinggo pada momentum hari raya. Kolaborasi antarlembaga nirlaba ini diwujudkan lewat pemotongan hewan ternak yang langsung diolah menjadi hidangan siap konsumsi di lokasi.
Langkah kreatif tersebut sengaja diambil untuk mempermudah warga setempat dalam menikmati hidangan spesial tanpa harus memikirkan biaya bumbu dapur. Kehadiran dapur umum di tengah permukiman ini langsung disambut antusias oleh puluhan kepala keluarga yang mayoritas bekerja sebagai buruh kebun.
“Salah satu daerah pelosok yang defisit daging ini ada di Dusun Grogolan, Probolinggo, yang mayoritas warganya bekerja sebagai petani hingga lansia tanpa penghasilan tetap,” ungkap Direktur Program LMI, Yanuari Dwi Prianto, mengenai alasan pemilihan lokasi klaster pangan tersebut.
Pihaknya menambahkan bahwa kondisi ekonomi yang terbatas membuat warga di kawasan lereng gunung ini sangat jarang mengonsumsi protein hewani dalam menu harian mereka.
Proses pengolahan konsumsi yang melibatkan puluhan relawan lokal tersebut menyajikan menu tradisional khas Jawa Timur seperti rawon dan sate bakar. Selain menyantap hidangan bersama di lokasi, petugas gabungan juga mendistribusikan ratusan paket logistik mentah secara langsung dari pintu ke pintu.
Sinergi korporasi bersama lembaga amil zakat ini dinilai sangat efektif dalam memetakan kantong-kantong kemiskinan yang selama ini luput dari jangkauan bantuan perkotaan. Pola distribusi terintegrasi seperti ini diharapkan bisa terus konsisten berjalan pada setiap perayaan keagamaan di tahun-tahun mendatang.
“Alhamdulillah apa yang dilakukan LMI sangat membantu kami dari YBM PLN dalam menyalurkan manfaat qurban hingga pelosok daerah,” tutur Ketua YBM PLN UIT JBM, Alim, saat memantau langsung jalannya pembagian logistik di lapangan.
Pihak manajemen berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan program tanggung jawab sosial perusahaan ke wilayah-wilayah yang minim akses infrastruktur.
Di tempat terpisah, jangkauan penerima manfaat juga diperluas ke beberapa wilayah kecamatan tetangga melalui pengiriman paket khusus hasil pemotongan sapi berukuran besar. Upaya masif ini diharapkan mampu menekan angka kerawanan pangan sekaligus meningkatkan indeks kebahagiaan warga kurang mampu di pelosok Probolinggo.
“Lebih dari itu, qurban juga dapat menjadi sarana pemerataan akses pangan bergizi bagi masyarakat,” pungkas Direktur Utama LMI, Agung Wicaksono yang akrab disapa Awie, menekankan esensi dari kegiatan bertajuk ketahanan pangan tersebut.
Evaluasi berkala pascakegiatan akan tetap dilakukan bersama tokoh masyarakat setempat demi menyempurnakan basis data penerima bantuan sosial berikutnya. (rap/kun)






