Surabaya (beritajatim.com) – Grup Riset Keamanan Siber PENS (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya) merilis aplikasi pendeteksi serangan siber berlisensi Open Source GPLv3.0 bernama Mata Elang.
Dosen Departemen Teknik Informatika dan Komputer (DEPTIK) sekaligus Koordinator Developer Project, Ferry Astika Saputra mengatakan, Mata Elang versi 1.1. (ME v1.1) merupakan update dari versi sebelum ME v1.0 yang dirilis pada 2021 lalu.
“Aplikasi ini merupakan riset bersama atau kerja bareng antara PENS, id-CARE Universitas Indonesia, yaitu Prof Kalamullah Ramli, Dr Muhammad Salman, Dr Gde Dharma, dan didukung oleh pihak JICA yang sangat mendukung riset ini sejak di Fakultas Teknik Universitas Indonesia,” ujar Ferry ditulis Jumat (3/3/2023).
Pengembangan aplikasi tersebut dikerjakan selama 5 bulan. Dalam risetnya, Ferry bersama 5 anggota timnya, antara lain Fadhil Yori Hibatullah, Muhammad Izzat, Muhammad Alfiyan Syamsuddin, M Imam Prajitno dan Muhammad Rifki Yuda Pratama.
[berita-terkait number=”5″ tag=”PENS”]
“Kami memperbaiki tampilan visualisasi data serangannya, sehingga jauh lebih informatif. Nah, infonya menampilkan lebih banyak tentang serangannya, misalnya peta serangan, peta rutenya antara penyerang dan sasaran serta detail serangan. Sementara versi yang sebelumnya Mata Garuda, menampilkan grafik/ chart alamat serangan,” katanya.
Ia menambahkan, jumlah dan jenis serangan dalam 24 jam dapat tervisualisasi dengan jelas. “Silahkan diperhatikan saat membuka aplikasi ini. Dapat tertangkap lebih dinamis baik gambar maupun datanya. Misalnya, saat kita ingin mengetahui serangan DDOS, sumbernya dari mana dan arahnya ke mana saja. Kita bisa lebih spesifik membatasi ke wilayah atau scope-nya melalui peta serangan,” tambahnya.
Untuk diketahui, pada 2016 lalu, Laboratorium Jaringan Komputer DEPTIK PENS dan IDSIRTII/CC juga telah mengembangkan aplikasi sejenis. Aplikasi tersebut diberi kode nama Mata Garuda yang dipakai oleh IDSIRTII/CC dan BSSN sejak 2016, untuk monitoring traffic internet di 12 NAP di Indonesia.
Lalu, proyek open source berikutnya adalah ME v2.0 akan dimulai pengembangannya di pertengahan 2023 mendatang. “Kami mohon doanya agar ke depan project ini dapat berjalan dengan lancar dan membawa manfaat untuk semua lapisan masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, aplikasi Mata Elang sendiri per 1 Maret 2023 dapat dimanfaatkan publik secara bebas di media https://github.com/mata-elang-stable. [ipl/kun]






