Surabaya (beritajatim.com) – Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) telah meluncurkan program Desa Binaan dalam acara Pameran Inovasi dan Teknologi Vokasi PENSasi pada Rabu, 4 Desember 2024.
Program Desa Binaan ini melibatkan dua kelurahan di Surabaya, Sukolilo dan Gebang Putih, serta dua desa di luar Surabaya, yaitu Rejosari Lamongan dan Wisata Keris Aeng Tong-tong Sumenep.
Direktur PENS Aliridho Barakbah menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen mendukung pengembangan daerah sekitar kampus melalui program kerja sama yang sudah melibatkan berbagai program studi.
“Sejak awal menjabat, saya berharap dapat meningkatkan jumlah pengabdian masyarakat yang awalnya 17 kegiatan per tahun menjadi 160. Dua tahun ini sudah melebihi target hingga 168 kegiatan,” katanya, Kamis (5/12/2024).
Fokus di tahun pertama adalah mengatasi kemacetan dan meningkatkan layanan berbasis teknologi. Di antara hasilnya adalah Mock up Smart PJU dan demo sistem Smart PJU yang terintegrasi untuk memantau lalu lintas dan kualitas udara.
Camat Sukolilo Mukhammad Zul Chaidir menyampaikan apresiasi kepada PENS atas kontribusinya dalam pengabdian masyarakat. Ia berharap program ini berlanjut dan berkembang di masa depan, sehingga dapat mendukung upaya Surabaya sebagai Smart City.
“Kami bangga, ikut punya PENS. Karena pengabdian masyarakat ini sebagai bentuk partisipasi dari perguruan tinggi kepada Pemerintah Kota Surabaya,” kata Zul.
Sedangkan Ketua Pelaksana PENSasi 2024 Amang Sudarsono mengungkapkan jika tahun ini pameran melibatkan sekitar 119 karya inovasi dosen, PLP dan mahasiswa. Tak hanya pameran, namun juga terdapat sejumlah agenda lainnya.
“Selain peluncuran desa binaan, ada juga kegiatan workshop softskill untuk siswa dan mahasiswa, business collaboration dan pameran produk inkubator bisnis PensSky Venture, serta Agile Teknik Festival,” ungkapnya. [ipl/ted]






