Surabaya (beritajatim.com) – Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) membahas teknologi kecerdasan buatan (AI) berkelanjutan bersama ilmuwan internasional dalam forum International Electronics Symposium (IES) 2025. Selama tiga hari, para pakar dari empat negara menggagas penerapan AI untuk kehidupan berkelanjutan.
Acara ini berlangsung selama tiga hari, 5-7 Agustus 2025, di DoubleTree Hotel Surabaya. Mengangkat tema “Intelligent Connectivity: Enabling Green ICT in Emerging Technology Services for Sustainable Living,” forum ini menyoroti penerapan kecerdasan buatan (AI) untuk pengelolaan data berkelanjutan.
“Ini tahun yang menggembirakan. Dari 419 makalah yang masuk, 161 diterima. Terima kasih atas kepercayaan para penulis dan peninjau,” ujar General Chair IES 2025, Ahmad Zainudin, Rabu (6/8/2025).
Simposium ini menghadirkan pembicara utama dari Korea Selatan, Prancis, Jepang, dan Indonesia, yakni Prof. Dong-Seong Kim, Prof. David R. C. Hill, Prof. Kosuke Takano, dan Prof. Amang Sudarsono.
IES 2025 juga menjadi ajang pertemuan mitra global PENS, seperti Universitas Musashino dan Universitas Keio dari Jepang, serta Universiti Teknologi Malaysia.
Tahun ini, kegiatan terbagi dalam dua jalur utama, yaitu IES-ETA (Engineering Technology and Applications) dan IES-KCIC (Knowledge Creation and Intelligent Computing). Enam lokakarya internasional turut digelar, membahas topik terkini seperti teknologi imersif, AI 5D, ketahanan energi, hingga sistem transportasi cerdas.
Direktur PENS, Dr.-Ing. Arif Irwansyah, menyebut seminar ini bukan sekadar forum ilmiah, melainkan juga ruang strategis untuk menjalin kerja sama kampus dan industri. “Kami dorong inovasi demi masa depan yang lebih berkelanjutan,” tegasnya.
Industri turut ambil bagian dalam simposium ini, antara lain Cisco Indonesia, Indosat Ooredoo Hutchison, Telkomsat, BNI, Gameloft Indonesia, Lintasarta, dan sejumlah startup teknologi nasional. [ipl/ian]






