urabaya (beritajatim.com) – Nasib Apes menimpa Agus Hariadi (40) salah satu penjaga warung kopi (warkop) di Jl Pandugo, Surabaya. Ia harus menerima kenyataan kehilangan dompet yang berisi uang tunai Rp 600 ribu serta surat-surat penting lainnya karena warung tempatnya bekerja dibobol maling pada hari Senin (16/8/2021).
Agus mengatakan, pencurian itu bermula saat dia baru saja menjaga warung kopi di kawasan Pandugo, lalu dia menutup lapak jauh sebelum pukul 20.00. “Saya tutup agak sore,” ujarnya, Senin (23/8/2021).
Setelah warung ditutup, dia melakukan bersih-bersih di areal tempat yang dia jaga. Kemudian, dia istirahat di lantai II warung dengan kondisi pintu tak terkunci.
“Gak saya kunci karena teman saya ada yang masih beli makan,” tambahnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kriminal-surabaya”]
Tanpa tersadar, dia terlelap sejenak. Kemudian saat hendak pulang kampung ke Lamongan, dompet yang semula berada di dalam lemari ternyata tak ditemukan.
“Uangnya rencananya buat di desa. Lah kok hilang,” tandasnya.
Meski demikian, ia enggan melaporkan peristiwa itu kepada polisi. Dia memilih untuk mengikhlaskan uang yang telah hilang. “Mungkin yang ambil lebih butuh. Saya hanya minta surat kehilangan saja untuk mengurus surat,” pungkasnya. [ang/but]






