Sidoarjo (beritajatim.com) – Aksi pengungsi asing yang merusak fasilitas di rumah susun sewa (Rusunawa) Pupa Agro Jemundo Kecamatan Taman, menjadi viral di media sosial.
Tidak diketahui pasti pengungsi dari negara mana yang menghancurkan kaca-kaca, meja-meja dan pot-pot hingga tanahnya tercecer di lantai.
Dalam video yang berdurasi 00.38 menit yang diposting oleh akun @wawa_perdana di TikTok, para pengungsi marah-marah karena lampu di Rusunawa Puspa Agro mati akibat kebakaran gudang Lazada yang berlokasi tidak jauh dari Rusunawa Puspa Agro.
Dalam postingan video yang menyebut pengungsi dari Rohingya itu, banyak warganet yang memberikan komentar. Banyak akun yang mengkritik perbuatan para pengungsi dan ada juga yang meminta mereka diusir atau dikembalikan ke negara asal.
“@UNHCR Indonesia lihat bro punya matakan” tulis salah satu komentar tanggapan dalam video itu.
Video tersebut, selain menimbulkan reaksi komentar, juga banyak akun yang menyebarkan ulang.
Video tersebut juga diunggah oleh akun Ahmad Pipin di Facebook Info Lantas Sidoarjo (ILS) dan mendapat ratusan komentar dan belasan akun yang menyebarkan ulang.
Kebanyakan komentar dari warganet meminta pemerintah bijak dalam menampung pengungsi dari luar negeri.
“Lucu, wargae dw ae seh akeh sing susah, guaya nampung bekakas wong luar… tulis Muhammad Noer dalam komentar.
“Gak onok aksi demo gae ngusir pengungsi iku a? Nek onok aku melok.
Baca Juga:
Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor: Pemerataan Pendidikan Jadi Program Prioritas
Kene warga asli ngekos Ben ulan bayar enak men ujuk ujuk teko mangan turu gratis sek kakean pola” komentar dari Erika P Amelia.
Diketahui di Rusunawa Puspa Agro Jemundo Taman, banyak pengungsi yang tinggal di lokasi. Menurut data dari Imigrasi Jatim pengungsi atau refugee di Jatim berjumlah 404 orang.
Dari jumlah tersebut, ada 301 orang yang ditempatkan di Akomodasi Puspa Agro (Rusunawa Jemundo), 73 Akomodasi Green Bamboo, dan 30 sebagai pengungsi mandiri.
Untuk Rohingya dari Myanmar, ada 6 orang. Sisanya, berasal dari Afghanistan, Somalia, Yaman, Iran, Iraq, hingga Syiria. (isa/ted)






