Magetan (beritajatim.com) – Alvi Nurrahmawati tak menyangka dia bisa berhasil lolos sebagai salah satu pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang masuk dalam program Planogram Goes To G20 Bali.
Mantan guru taman kanak-kanak itu salah satu pengrajin aksesoris batu alam dan tembaga. Warga Desa Sambirembe, Karangrejo, Magetan, Jawa Timur itu bangga dan bersyukur ketika dia berhasil menjadi pelaku UMKM yang berkesempatan membuka stand dalam gelaran internasional itu pada 13 November 2022 hingga 14 November 2022.
Dia juga berkesempatan bertemu dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno yang melakukan kunjungan di Stan Planogram di lokasi KTT G20 Bali, Selasa (15/11/2022). Sebelumnya, dia bersaing dengan ribuan UMKM dan masuk hingga 340 besar. Kemudian dari 340, dipilih 45 termasuk Vee Craft, satu- satunya dari Kabupaten Magetan.
Wanita 31 tahun itu menceritakan awal mula ketika dia mempelajari kerajinan tersebut. Tepatnya 3,5 tahun lalu, awalnya dia hanya hobi membuat aksesoris dari manik-manik plastik. Semakin lama dia mempelajari tutorial di sejumlah media sosial, dia pun kenal dengan batu-batu alam yang lebih cantik dan berkualitas ketimbang manik plastik.
Ibu tiga anak itu lantas mempelajari kerajinan batu alam dan dibuat cincin, gelang, anting, hingga hiasan rumah. Ditambah, adanya akik yang sempat booming di kala itu membuatnya semakin semangat. Berbagai macam orderan utamanya yang merupakan batu alam digarap. Sejak saat itu dia juga bekerja sama dengan salah satu pengrajin batu alam asal Pacitan.
“Sampai saat ini masih memasok terus, meski kini akik sudah tidak booming. Karena saat ini saya coba kombinasikan juga dengan tembaga. Tidak sekadar membentuk tembaga sedemikian rupa, saya kreasikan dengan teknik anyaman khusus, sehingga bentuknya elegan,” kata Alvi pada beritajatim.com, Selasa (15/11/2022).

Saat ini, dia juga melayani beberapa pesanan custom atau sesuai permintaan pelanggan. Dia menawsrkan sejumlah bahan dan akan diperkirakan harganya. Kemudian, pelanggan jika ingin membawa bahan sendiri juga diperbolehkan. Dia yang akan merangkainya menjadi aksesoris yang cantik.
“Harganya bervariasi ya mulai Rp10.000 hingga yang paling mahal dengan bahan premium mencapai Rp500.000. Kan ada bahan tembaga yang premium, kalau batu alam masih variatif. Namun, kan kami lebih ke perpaduan tembaga dan manik batu alamnya,” lanjut wanita yang juga aktif dalam Fatayat Nahdlatul Ulama Magetan itu.
[berita-terkait number=”4″ tag=”umkm-magetan”]
Saat ini dalam gelaran progen Planogram Goes To G20 Bali, dia sempat membuka stand dan dagangannya laku diserbu para bule. Baik dari Amerika, Inggris, dan Arab Saudi. Total yang dia dapatkan dalam membuka stand dua hari mencapai Rp1.000.000.
“Banyak yang beminat. Ini pertama kalinya diperkenalkan ke tingkat internasional. Namun, kalau sebelumnya sudah dikenal masyarakat di berbagai daerah di Indonesia. Tidak hanya di pulai Jawa, tapi termasuk Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Belum lagi area Bali dan Nusa Tenggara,” lanjut Alvi.
Untuk mengenal produk-produk Vee Craft lebih dekat, customer dapat mengakses langsung melalui www.linktr.ee/VeeCraft dan instagram @veecraft.id
“Selama aktivasi, Vee Craft, melakukan demonstrasi pembuatan perhiasan langsung di depan para pengunjung,”imbuhnya.
Alvi berharap, dengan ikutnya Vee Craft menjadi salah satu UMKM di Kabupaten Magetan yang terpilih dalam program Planogram goes to G20 di Bali kali ini bisa lebih mengenalkan dan membawa nama Magetan sampai ke tingkat Internasional. (fiq/ted)






