Diabetes melitus (DM) merupakan kondisi serius dan kronis yang terjadi ketika tubuh tidak dapat memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup atau tidak dapat menggunakan insulin yang dihasilkan secara efektif.
Banyak orang dengan DMT2 tidak menyadari penyakit mereka selama bertahun-tahun, karena kemungkinan munculnya atau dikenalinya gejala penyakit ini memerlukan waktu yang lama. Pasien DMT2 menyadari penyakitnya setelah tubuhnya mengalami kerusakan akibat peningkatan kadar glukosa darah.
Mereka sering didiagnosis dengan DMT2 setelah terjadi komplikasi. Diabetes dari semua jenis dapat menyebabkan komplikasi pada banyak bagian tubuh dan meningkatkan risiko kematian dini. Komplikasi yang mungkin berkembang dari DM adalah komplikasi akut (hiperglikemia dan hipoglikemia) dan komplikasi kronis (serangan jantung, stroke, gagal ginjal, kehilangan penglihatan, kerusakan saraf, bahkan amputasi kaki).
Salah satu upaya yang dilakukan adalah menurunkan komplikasi pada pasien DM sebagai salah satu penyakit tidak menular. Upaya tersebut dapat berupa upaya promotif dan preventif. Upaya promotif dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pasien tentang tanda dan gejala yang berisiko menyebabkan komplikasi. Sedangkan upaya preventif adalah bahwa pasien harus melakukan pengelolaan penyakit secara tepat, termasuk melakukan pengkajian mandiri (self-assessment). Pengelolaan penyakit pada pasien DM dikenal sebagai perilaku self-care.
Jadi, jika pasien dapat mengenali tanda dan gejala risiko komplikasi lebih dini serta mengelolanya dengan tepat dan teratur, maka terjadinya komplikasi penyakit dapat diperlambat atau bahkan dicegah
Sebagai bentuk partisipasi dalam melaksanakan upaya promotif dan preventif, kami melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan memberikan edukasi kepada penyandang DM di Karangwerdha Sadewo, Pondok Jati, Sidoarjo. Tema yang kami usung dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah “Edukasi dan pendampingan pada diabetesi tentang Pengkajian Mandiri (Self Assessment) sebagai upaya mengenali risiko komplikasi diabetes”.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan selama 2 hari yaitu tanggal 29 dan 30 Juli 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Puskesmas Urangagung yang memberikan pengarahan sekaligus membuka kegiatan, serta bidan pembina kegiatan Karangwerdha Sadewo Pondok Jati.
Kegiatan yang dilakukan adalah pelayanan kesehatan sederhana, edukasi dan diskusi, pendampingan, serta evaluasi. Pelayanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan kadar glukosa darah, kolesterol, asam urat, Hb, tekanan darah, lingkar perut, tinggi badan, dan berat badan. Berdasarkan hasil pemeriksaan masih didapatkan peserta yang mempunyai risiko mengalami komplikasi karena mempunyai nilai tekanan darah, kadar glukosa, kadar kolesterol dan kadar asam urat yang tinggi. Selain itu beberapa peserta juga mempunyai keluhan seperti kesemutan dan kebas pada kaki, kaki kelihatan menghitam. Kondisi ini harus diwaspadai, jangan sampai berkembang menjadi komplikasi.
Kegiatan edukasi pemberian materi dan pendampingan tentang self-assessment sebagai upaya mencegah komplikasi bagi diabetisi. Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini, beberapa dari peserta mengajukan pertanyaan terkait dengan materi pengabdian. Pada kegiatan pendampingan para peserta dibagi menjadi 3 kelompok, masing kelompok terdiri dari 5 orang. Mereka mendapatkan pemberian materi lebih intens dan diberikan kesempatan untuk mempraktikkan tindakan self assessment.
Evaluasi merupakan kegiatan terakhir dari pengabdian kepada masyarakat ini. Hasil evaluasi menunjukkan adanya respons positif dari para peserta, dimana telah terjadi peningkatan nilai pengetahuan dan ketrampilan tentang self assessment. Kegiatan ini ditutup oleh Ketua Karangwerdha Sadewo. Beliau menyampaikan ucapan terima kasih atas kegiatan yang sudah dilakukan dan berharap kegiatan ini dapar berlangsung secara rutin.[Dr. Anita Joeliantina, S.Kep., Ns., M.Kes]






