Lumajang (beritajatim.com) – Sebanyak 23.971 warga Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, tercatat menderita diabetes melitus. Penderita termasuk anak-anak.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes-P2KB Lumajang dr Marshall Trihandono mengatakan, jumlah penderita diabetes yang tercatat merupakan akumulasi hingga tahun 2025.
Sedangkan, untuk data terbaru penderita pada tahun 2026 saat ini masih dilakukan proses validasi di lapangan.
“Jadi, data yang ada merupakan catatan sampai 2025 kemarin, untuk tahun ini masih belum direkap dan validasi,” ucap Marshall di Lumajang, Senin (24/8/2026).
Menurutnya, sebagian besar penderita diabetes merupakan orang dewasa berusia di atas 40 tahun.
Namun, sejak awal tahun 2026 Dinkes-P2KB Lumajang, menemukan dua kasus anak yang menderita diabetes melitus tipe 1.
“Ini untuk diabetes melitus pada anak juga dapat terjadi, biasanya merupakan tipe 1 yang menyerang sistem kekebalan tubuh seperti organ pankreas penghasil insulin,” tambahnya.
Marshall menyebut, penyakit diabetes dapat menyerang semua kelompok usia.
Adapun faktornya, dapat dipengaruhi kelebihan berat badan atau obesitas, kurang aktivitas fisik, pola makan yang tidak sehat, maupun faktor genetik.
“Kalau usia dewasa biasanya diabetes tipe 2 yang tidak hanya kekurangan insulin tapi juga tubuh mengalami resistensi insulin. Akibatnya, kadar gula darah meningkat,” katanya.
Kebiasaan kurang gerak, sering mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula, serta memiliki berat badan berlebih dapat meningkatkan risiko terserang penyakit diabetes tipe 2.
Penyakit kencing manis tersebut tidak sepenuhnya bisa hilang atau disembuhkan.
Sehingga, hanya dapat dikendalikan agar penderita tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari secara produktif.
“Inilah pentingnya melakukan deteksi dini, serta menjaga pola hidup sehat,” ungkap Marshall. (has/but)






