Pasuruan (beritajatim.com) – Anggota DPRD Kota Pasuruan, Hilmi, menilai bahwa pengerjaan tambahan empat payung Madinah dilakukan secara ngawur dan tergesa-gesa. Hal ini menimbulkan keprihatinan karena pondasi yang kurang kuat dapat berisiko menyebabkan korban jiwa.
Hilmi juga menyatakan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan terburu-buru dalam pembangunan payung Madinah yang berlokasi di kawasan alun-alun.
“Kalau tergesa-gesa, itu ngawur. Tidak perlu memaksakan pekerjaan demi dua acara yang akan berlangsung,” ujar Helmi pada Jumat (28/7/2023).
Politisi dari Partai Amanat Nasional ini juga mengimbau Pemkot agar menyelesaikan pembangunan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Namun, Helmi juga menyatakan bahwa jika pembangunan sudah melebihi target, hal itu harus dipercepat untuk diselesaikan.
BACA JUGA:
Payung Madinah Kota Pasuruan Rusak, Padahal Belum 1 Tahun
Pemkot Pasuruan tengah membangun kembali payung Madinah di kawasan Alun-alun Kota Pasuruan. Rencananya, akan ada penambahan enam payung Madinah yang akan dibangun.
Wali Kota Pasuruan, Saifullah Yusuf, mengungkapkan bahwa pembangunan ini akan selesai pada bulan Desember mendatang. Namun, ada dua agenda besar yang akan dilakukan di Kota Pasuruan.
BACA JUGA:
Pulang dari 1 Abad NU di Sidoarjo, Nahdliyin Mampir Lihat Payung Madinah di Pasuruan
Kedua acara tersebut adalah Haul Kyai Abdul Hamid dan perayaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang akan diadakan di Kota Pasuruan. Oleh karena itu, Walikota Pasuruan menargetkan empat payung selesai pada bulan September.
“Setidaknya pada kedua acara tersebut, payung Madinah sudah bisa digunakan dan dimanfaatkan oleh para peziarah. Hingga saat ini, tidak ada kendala dalam pembangunan payung Madinah, karena kami belajar dari pembangunan sebelumnya,” ungkap Gus Ipul. [ada/beq]






