Lamongan (beritajatim.com) – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan bahwa ada 21 ruas jembatan dari 41 ruas jalan program JAMULA (Jalan Mulus dan Alus Lamongan) yang sudah mulai dikerjakan pembangunannya di Kabupaten Lamongan.
Mulai ruas jalan Soko-Dagang sepanjang 2.850 meter yang dicor menggunakan konstruksi Rigit Beton Fs 45 berketebalan 20 cm, dengan nilai kontrak sebesar Rp 7,026 miliar, hingga ruas jalan Turi-Kiringan sepanjang 1.940 meter dengan nilai kontrak sebesar Rp 7,058 miliar.
“Pengerjaan ruas Jalan Turi-Kiringan sudah berjalan dengan baik dan tinggal menunggu pengecoran. Sekarang di ruas jalan Kiringan-Dibe juga sudah mantap dan hari Minggu sudah mulai di cor. Termasuk 41 ruas yang lain,” ucap Bupati Yuhronur, Jumat (19/8/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-lamongan”]
Untuk ruas jalan Kiringan-Dibe, tutur Bupati Yuhronur, memiliki panjang 1.297 meter dengan nilai kontrak sebesar Rp 6.025.856.000, yang mana saat ini masih dalam pengerjaan urugan Agregat Kelas A, seperti halnya jalan Kiringan-Dibe.
“Penanganan jalan ini tentu selain untuk pembangunan infrastruktur juga penanganan banjir. Seperti di Desa Kemlagigede ini genangan banjirnya paling lama. Untuk itu kita membuat tanggul,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Bupati yang akrab disapa Bupati YES itu juga menyebut bahwa ruas jalan Laren-Keduyung kini dalam proses pengecoran menggunakan konstruksi CBC sepanjang 2.575 meter dengan nilai kontrak sebesar Rp. 4,655 miliar.
Kemudian ruas jalan Laren-Blimbing dengan panjang 1,5 kilometer dengan nilai kontrak Rp. 3,973 miliar juga sudah selesai dikerjakan atau mencapai 100 persen pengerjaan.
“Tahun ini, Pemkab Lamongan telah menganggarkan Rp 200 miliar. Dengan rincian Rp 150 miliar untuk perbaikan 41 infrastruktur jalan sepanjang 44,54 Km, serta Rp 50 miliar untuk dana pembebasan lahan pembangunan jalan Ring Road Utara,” terangnya.
Bahkan, tambah Yuhronur, juga dianggarkan senilai Rp 50,085 miliar untuk disalurkan kepada 1.431 dusun se-Lamongan dengan besaran Rp 35 juta per dusun.
“Semua ini merupakan langkah nyata kehadiran pemerintah dalam memberi aksesibilitas kepada masyarakat. Sehingga masyarakat Lamongan dapat menikmati pembangunan daerah,” tutupnya.[riq/kun]






