Bojonegoro (beritajatim.com) – Pengedar uang palsu mulai beroperasi di Kabupaten Bojonegoro menjelang lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah. Kasus tersebut seperti yang diunggah oleh akun media sosial dari rekaman kamera pengawas atau CCTV di dua lokasi yang berbeda.
Dari video rekaman CCTV yang diunggah oleh pemilik akun Gayus Tambunan Sudah Taubat itu terlihat dua orang yang diduga sebagai pelaku pengedar uang palsu terekam karena pengawas di dua lokasi agen perbankan yang berbeda.
“Pelaku sama di lokasi yang berbeda, Ngemplak Baureno tadi malam. Modus money laundry merubah (mengubah) uang palsu menjadi asli. Eh mbuk menowo onok CCTV umum terdekat agar tidak meresahkan warga bisa diteruskan ke pihak terkait,” keluh netizen.
Dua orang terdiri dari laki-laki dan perempuan yang berboncengan menggunakan sepeda motor scoopy ini, diduga telah beraksi di dua agen perbankan, yakni di Desa Sidodadi, Kecamatan Sukosewu dan Desa Ngemplak, Kecamatan Baureno.
Modus dari dua orang tersebut, yakni dengan membawa uang senilai jutaan, datang ke agen bank tersebut, untuk melakukan transfer ke rekening pribadinya. Namun, dari banyaknya uang yang hendak ditransfer itu, mereka menyelipkan uang palsu.
Sementara Kasat Reskrim Polres Bojonegoro, AKP Bayu Adjie Sudarmono mengungkapkan, pihaknya telah mendapatkan laporan dari kejadian tersebut. Saat ini, polisi tengah melakukan serangkaian penyelidikan terhadap kejadian yang meresahkan warga ini. “Masih diselidiki, kejadiannya kemarin (24/3) itu,” ungkap AKP Bayu, Selasa (25/3/2025).
Polisi lulusan Akpol tahun 2015 ini membeberkan, modus dari para pelaku ini, yakni hendak melakukan transaksi dari uang tunai ke uang digital. Keduanya, membawa uang Rp10 juta dengan pecahan Rp100 ribu. Tetapi, dalam setiap Rp1 juta terdapat tiga lembar uang palsu yang diselipkan. “Bawa Rp10 juta dengan pecahan 100 ribu, dalam setiap Rp1 juta yang 300 ribunya palsu,” pungkasnya. [lus/kun]






