Gresik (beritajatim.com) – Kabupaten Gresik selama ini dikenal sebagai daerah industri dengan banyak investor yang menanamkan modal demi mengembangkan usahanya. Namun, di balik geliat industri tersebut, angka pengangguran terbuka masih menjadi persoalan serius. Dua di antaranya dialami M. Yusuf (25) dan Izzanatus Sholikhah (21), warga Gresik yang hanya lulusan SMK dan SMA.
Meski sudah ada Perda Nomor 7 Tahun 2022 dan Perbup 71 Tahun 2024 yang mengatur kewajiban perusahaan menyerap 60 persen tenaga kerja lokal, mereka tetap kesulitan bersaing di tengah ketatnya mencari pekerjaan.
“Ya mau gimana lagi, saya tetap berusaha mencari pekerjaan sesuai dengan ijazah SMK sebagai mekanik listrik. Beruntung ada program Disnaker Gresik yakni ReDinaker atau walk in interview khusus untuk warga Gresik,” ujar Yusuf, Selasa (26/8/2025).
Hal senada juga diungkapkan Izzanatus. Perempuan berusia 21 tahun ini berharap bisa segera bekerja sebagai pramuniaga meski harus bersaing dengan banyak pencari kerja lainnya. “Saya berharap dapat segera mendapatkan pekerjaan melalui program ReDinaker Gresik,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Gresik, Zainul Arifin, menuturkan bahwa pihaknya berupaya menjembatani pencari kerja dengan perusahaan pemberi kerja melalui program rekrutmen walk in interview. “Kami ingin memastikan warga lokal mendapatkan prioritas dalam kesempatan kerja sesuai dengan regulasi yang ada. Ini sejalan dengan upaya membuka kesempatan bagi masyarakat lokal untuk bekerja dan meningkatkan kesejahteraan warga Gresik,” ujarnya.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Kabid Penta) Disnaker Gresik, Moch Afandi, menambahkan program ReDinaker telah dimulai sejak April hingga Juni 2025. “Program ini merupakan job fair mini yang memfasilitasi lowongan kerja yang sudah dilaporkan ke Disnaker dengan melibatkan HRD perusahaan untuk langsung melakukan walk in interview di kantor Disnaker,” jelasnya.
Dalam pelaksanaan kali ini, terdapat empat perusahaan yang ikut serta dengan menyediakan 78 lowongan kerja. Dari data yang masuk, sebanyak 185 pencari kerja sudah mendaftar melalui Disnaker Gresik. Program ReDinaker direncanakan digelar dua kali setiap bulan.
“Harapannya dengan pelaksanaan rutin ini dapat mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Gresik. Masyarakat pencari kerja tidak perlu menunggu job fair besar, karena kami hadir memberikan informasi lowongan kerja dan kesempatan interview,” pungkas Afandi. [dny/ian]






