Gresik (beritajatim.com)- Pengajian di Desa Sidowungu, Kecamatan Menganti, Gresik, sempat terjadi ketegangan. Ini karena ada protes dari warga pecinta habaib terkait kehadiran pengurus Pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) Nahdlatul Ulum Banten yang mengisi pengajian di Alun-Alun Wong Bodho Menganti tadi malam.
Puluhan orang yang menyatakan dari kelompok pecinta ulama dan Habib itu mendatangi acara tersebut. Kedatangan warga tersebut sempat membuat tegang. Pasalnya, mereka meminta pengajian dihentikan.
Tak ingin ada gesekan, polisi menerjunkan ratusan personel ke lokasi guna mengamankan kondusifitas di lapangan.
Camat Menganti Bagus Arif Jauhari membenarkan tentang adanya kelompok yang protes pengajian di salah satu pondok pesantren tersebut.
“Puluhan warga yang datang semua dari luar Gresik datang secara tiba-tiba,” ujarnya, Selasa (6/8/2024).
Ia menambahkan, penolakan itu terkait kehadiran KH.Imaduddin Utsman yang menyoal tentang silsilah Habaib dari Baalwi. Warga yang kontra dengan Kiai ini, menuntut untuk pengajian nanti tidak membahas tentang silsilah Habaib atau keturunan Baalwi.
“Ada sekitar 20 orang yang protes. Petugas TNI-Polri juga turut mengamankan antisipasi gesekan tersebut. Alhamdulillah acara pengajiannya sudah selesai,” imbuhnya.
Sementara Kapolres Gresik AKBP Arief Kurniawan mengatakan, rangkaian kegiatan pengajian itu telah dilaksanakan, selama kegiatan berjalan lancar, aman dan terkendali.
“Secara umum kegiatan berjalan dengan aman dan lancar tidak terjadi gesekan antar pendukung di lokasi hingga dini hari,” pungkasnya. [dny/aje]






