Indonesia kembali akan menghadapi Arab Saudi pada pertandingan lanjutan babak kualifikasi Piala Dunia 2026, putaran keempat, 9 Oktober 2026 mendatang di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah. Menariknya, berdasarkan penelusuran Perplexity AI, Salem Al-Dawsari dan Kawan-kawan diprediksi memiliki peluang menang sebesar 69% dengan skor tipis 1-0 atau 2-1.
Perplexity AI merupakan platform kecerdasan buatan yang dirancang untuk memberikan hasil pencarian yang efisien dan mendalam. Bisa jadi prediksi tersebut didasarkan pada head to head kedua tim, dimana Indonesia baru sekali menang dari 17 kali pertemuannya, 3 kali imbang dan 13 mengalami kekalahan.
Selain itu, kondisi skuad Arab Saudi akan tampil dengan kekuatan penuh. Semua pemain pilarnya diperkirakan bisa tampil, termasuk Ayman Yahya dan Mohammed Suleiman. Keduanya sudah pulih dari cedera dan dikabarkan siap tampil saat melawan Indonesia. Dan tidak kalah pentingnya mereka akan mendapat dukungan moral dari ribuan suporternya yang akan memadati stadion King Abdullah Sports City.
Sementara Indonesia harus kehilangan salah satu kiper andalannya, Emil Audero, yang mengalami cedera saat pemanasan sebelum pertandingan klubnya, Cremonese, di Serie B Italia. Cedera itu membuatnya akan absen di dua laga krusial melawan Arab Saudi dan Irak. Untungnya Maarten Paes sudah pulih dan kemungkinan besar akan menjadi pilihan utama di bawah mistar.
Ketidakhadiran Marcelino Ferdinan, pemain yang menjadi pahlawan kemenangan saat melawan Arab Saudi November lalu itu dipastikan akan mempengaruhi daya serang Indonesia. Selama ini, Marselino dikenal sebagai gelandang serang yang produktif mencetak gol.
Indonesia memiliki trend positif dari dua kali pertemuan terakhirnya dengan Arab Saudi. Jay Idzes dan kawan-kawan mampu menahan seri 1-1 ketika bertanding pada putaran ketiga dan berhasil menang 2-0 ketika Indonesia bertindak sebagai tun rumah. Hasil ini menjadi modal penting bagi tim asuhan Patrick Kluivert untuk menjalani pertandingan nanti.
Banyaknya pemain naturalisasi dalam Tim Nasional Indonesia saat ini dipastikan akan menjadi pembeda dengan tim yang sebelumnya sering dikalahkan Arab Saudi. Pengalaman mereka bermain di kompetisi Eropa patut diperhitungkan. Hadirnya Ole Romney di lini depan setelah sempat cedera ketika memperkuat timnya, Oxford United pada Piala Presiden 2025 akan menambah daya serang Indonesia. Pemain berusia 25 tahun itu saat ini sudah mengkoleksi tiga gol untuk Tim Nasional, saat melawan China, Australia dan Bharain.

Patrick kemungkinan akan menerapkan formasi 4-2-3-1 atau 4-3-3 dengan mengandalkan ball possession. Formasi tersebut memiliki keseimbangan dalam menyerang dan bertahan. Lini belakang banyak pilihan, seperti Jay Idzes, Shandy Walsh, Kevi Diks, Calvin Verdok, Justin Hubner dan RiskyRidho. Lini tengah terdapat beberapa pemain yang sudah mendapat kesempatan bermain pada pertandingan sebelumnya, diantaranya Thom Haye, Joey Pelupessy, Miliano Jonathans, Yakob Sayuri dan Ricky Kambuaya dan di barisan depan Ragnar Oratmangoen dan Ole Romney bisa menjadi pilihan utama.
Indonesia harus mampu menjaga solidnya pertahanan dalam pertandingan nanti karena Arab Saudi pasti akan bermain lebih ofensif dengan memanfaatkan dirinya sebagai tuan rumah. Aliran bola dari lini tengah Arab Saudi, yang biasanya dimotori oleh Salem Al-Dawsari, sang kapten kesebelasan perlu mendapat perhatian. Peran Joey Pelupessy, pemain yang bertipe breaker ini diharapkan mampu menjadi pelapis lini belakang yang kokoh sebelum bola masuk ke pertahanan Indonesia.
Taktikal counter attact bisa menjadi pilihan Patrick setelah dapat menetralisir serangan lawan. Taktikal ini akan efektif jika ditopang oleh pemain tengah dan depan yang memiliki kecepatan dengan bola maupun tanpa bola. Disinilah peran Ole Romney dan Yakob Sayuri dibutuhkan karena keduanya memiliki tipikal permainan yang mengandalkan kecepatan lari.
Sementara Herve Renard, pelatih Arab Saudi dipastikan tidak akan meremehkan kekuatan Tim Nasional Indonesia karena sebelumnya pernah dikalahkan di putaran ketiga. Pelatih asal Prancis itu biasanya menggunakan formasi 3-5-2 atau 3-4-3. Formasi ini memungkinkan untuk memberikan tekanan tinggi dan perpindahan posisi yang dinamis untuk membongkar pertahanan lawan. Penguasaan bola dan kontrol tempo permainan menjadi ciri tim berjuluk Green Falcon. Pemain Arab Saudi sangat piawai dalam mengeksploitasi ruang pada Half-Space untuk menciptakan peluang shooting ke gawang lawan. Set piece mereka juga sangat bagus, karena itu perlu diwaspadai oleh barisan pertahanan Indonesia.
Dari rangkaian pertandingan sebelumnya, terdapat beberapa pemain Arab Saudi yang memiliki kemampuan menonjol, seperti Salem Al-Dawsari, Firas Al-Buraikan, Ali Albulayhi, Abudulelah Al- Malki dan Saud Abdulhamid. Dari deretan pemain tersebut Firas Al-Buraikan nampaknya perlu perlu mendapat perhatian khsusus. Pemain yang berasal dari Al-Hilal ini dikenal sebagai mesin gol Arab Saudi dengan 5 gol selama bermain di putaran ketiga, begitu juga dengan Salem Al-Dawsari yang sudah mencetak 3 gol dan 4 assist.
Bagi Indonesia, putaran keempat ini menjadi momentum penting dalam rangka bisa lolos ke putaran final Piala Dunia 2026. Motivasi pemain untuk mengukir sejarah bagi sepak bola Indonesia dipastikan sangat tinggi. Jika Jay Idzes dan kawan-kawan mampu mencapai prestasi ini, mereka adalah pemain-pemain yang akan dicatat sejarah sebagai pemain yang mampu mengantarkan Indonesia berlaga di putaran final Piala Dunia untuk pertamakalinya. [kun]
Penulis adalah Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Surabaya






