Surabaya (beritajatim.com) – Kepala BPOM Penny K Lukito telah mengelurakan setifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) kepada PT Biotis selaku perusahan farmasi yang bertanggung jawab untuk proses manufakturing massal Vaksin Merah Putih Universitas Airlangga (Unair) Platfrom Incativeted Virus, Rabu (18/8/2021).
Terkait hal ini Prof Ni Nyoman Tri Puspaningsih, peneliti dalam konsorsium Vaksin Merah Putih Unair mengatakan bahwa sertifikat CPOB merupakan bukti PT Biotis telah melalui dan memenuhi stadar assemen sebagai perusahaan farmasi yang memproduksi vaksin Covid-19.
[berita-terkait number=”5″ tag=”vaksin-merah-putih”]
“BPOM sudah memberikan sertifikat CPOB artinya sudah diakui bahwa PT Biotis itu nanti mampu memproduksi massal Vaksin Merah Putih yang risetnya dilakukan oleh para peneliti Unair. Jadi assesmen itu adalah penilaian kelayakan dan standarisasi produksinya keamanan. Dimana proses produksi industri harus GMP (Good Manufactoring Product). Jadi standar internasional sudah dipenuhi dan mendapatkan sertifikat. Sehingga kalau nanti vaksinnya sudah selesai uji klinis ya langsung diproduksi oleh PT Biotis, kita sebagai peneliti siap jalan saja,” ujar Prof Nyoman, kepada beritajatim.com, Kamis (19/8/2021).
Dengan PT Biotis mendapatkan sertifikat CPOB ini, maka pengembangan vaksin yang dilakukan oleh peneliti Unair tinggal setahap lagi, yakni uji klinik. Saat ini pun proses pengembangan vaksin telah melalui tahap uji preklinik dengan uji hewan makaka.
[berita-terkait number=”4″ tag=”covid-19-surabaya”]
Karena target dari vaskin ini hampir untuk semua kalangan yakni dari anak anak diatas usia 12 tahun, laki-laki, perempuan, lansia, dan ibu hamil. Maka, uji hewan makaka pun dilakukan dengan pendekatan kategori yang sama, yakni pengujian kepada hewan makaka anak-anak, tua, jantan, betina dan makaka yang telah hamil.
“Saat ini ada 40 ekor makaka dengan berbagai kategori tersebut yang sedang dalam proses vaksinansi, sebagaian sudah disuntik vaksin 2 kali, sebagaian masih 1 kali, dari proses ini kami perlu melihat perkembangan dan melakukan analisis,” tegasnya.
Uji klinis pada hewan makaka ini setidaknya baru akan rampung pada Oktober mendatang. Setelah itu uji klinis bisa dilakukan. Oleh karenanya, sertifikat CPOB untuk PT Biotis merupakan langkah awal menuju proses produksi massal. [adg/suf]






