Surabaya (beritajatim.com) – Tim peneliti dari Laboratorium Fisika Medis dan Biofisika, Departemen Fisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, MedPhy.Edu, mengembangkan alat inovatif bernama Fantom Antropomorfik.
Alat ini diciptakan untuk menguji dan menjamin mutu prosedur radioterapi di fasilitas kesehatan. Produk ini diharapkan dapat mendukung kemandirian Indonesia dalam pengembangan alat kesehatan, khususnya di bidang radioterapi.
Ketua tim penelitian, Prof Endarko menjelaskan bahwa Fantom Antropomorfik dirancang menyerupai struktur tubuh manusia. Alat ini digunakan untuk menguji, mengalibrasi, dan memastikan kualitas peralatan radioterapi serta radiodiagnostik.
Fungsi utamanya adalah untuk mensimulasikan respons tubuh terhadap paparan radiasi, yang penting dalam mendeteksi lesi atau tumor.
Endarko mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia masih bergantung pada alat fantom impor yang harganya cukup mahal. Oleh karena itu, timnya menciptakan solusi yang lebih terjangkau dan mudah diakses.
“Secara tidak langsung, pembuatan alat ini didorong oleh kebutuhan mendesak terhadap alat penjamin mutu di bidang radioterapi itu sendiri,” ujarnya, ditulis Sabtu (28/12/2024).
Endarko menjelaskan, alat ini menggunakan bahan baku lokal, sehingga memungkinkan produksi yang cepat dan efisien. Dengan demikian, pengembangan Fantom Antropomorfik juga menjadi langkah untuk mengurangi ketergantungan pada produk impor.
Selain untuk radioterapi, alat ini juga dapat disesuaikan untuk kontrol kualitas citra dalam radiodiagnostik, menjadikannya multifungsi untuk berbagai kebutuhan medis.
Prof. Endarko berharap, alat ini dapat digunakan lebih luas di fasilitas kesehatan di Indonesia melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Hal ini akan membantu meningkatkan standar layanan kesehatan di tanah air.
“Kerja sama akan membuka peluang pengembangan lebih lanjut, serta memastikan alat ini dapat digunakan secara luas,” kata Guru Besar Teknik Fisika ITS tersebut.
Inovasi ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) ke-3, yang fokus pada kesehatan dan kesejahteraan yang baik. Dengan pengembangan alat ini, ITS terus berkontribusi pada kemajuan ilmu pengetahuan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia. [ipl/suf]






