Surabaya (beritajatim.com) – Penggerak inovasi sosial di bidang penanganan sampah makanan, Kevin Gani, dianugerahi Beritajatim Award 2026 dalam kategori Tokoh Penggerak Inovasi Sosial.
Penghargaan tersebut diberikan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Beritajatim.com yang ke-20, dengan tema “Merawat Kepercayaan, Mengawal Perubahan”. Acara digelar di Grand City Mall Surabaya pada Selasa (21/4/2026).
Kevin yang dikenal sebagai pendiri Garda Pangan mengaku bahagia dan bersyukur atas apresiasi yang diberikan. Menurutnya, penghargaan ini bukan hanya untuk dirinya pribadi, melainkan untuk seluruh relawan Garda Pangan yang setiap hari aktif melakukan aksi penyelamatan makanan.
“Happy banget sih dapat award kayak gini. Saya juga senang karena banyak media seperti Beritajatim.com yang mengapresiasi gerakan-gerakan sosial, terutama di isu sampah makanan,” katanya usai menerima penghargaan.
Harapan saya ketika dapat award ini, ini untuk teman-teman relawan Garda Pangan yang setiap hari melakukan food rescue, menyelamatkan makanan untuk mengurangi isu sampah makanan di Indonesia,” lanjut Kevin.
Meski telah meraih penghargaan, Kevin mengaku cita-cita besarnya masih jauh dari kata selesai. Ia bercita-cita agar setiap kota besar di Indonesia memiliki food bank atau bank pangan sendiri.
“Cita-cita belum tercapai. Sebenarnya kita ingin ada di setiap kota besar. Kota-kota besar harus punya food bank agar sampah makanannya bisa berkurang, tidak terbuang sia-sia ke TPA. Kita tahu TPA selama ini tertumpuk banyak sampah organik yang sebenarnya bisa kita cegah,” jelasnya.
Saat ini, Garda Pangan masih terfokus di dua kota, yaitu Surabaya dan Malang. Namun, kegiatan food rescue secara reguler dan rutin baru berjalan penuh di Surabaya.
“Sejauh ini Garda Pangan masih ada di Surabaya dan Malang, tapi yang full reguler baru di Surabaya. Kegiatan food rescue kami lakukan hampir setiap hari, yaitu hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu,” kata Kevin.
Dalam setiap aksinya, tim Garda Pangan menjemput makanan dari hotel, bakery, hingga supermarket. Makanan tersebut kemudian disortir untuk memastikan aspek keamanan pangan (food safety) dan higienitas sebelum akhirnya didistribusikan kepada warga yang membutuhkan.
Terkait jumlah sampah makanan yang berhasil diselamatkan, Kevin tidak bisa memerinci secara spesifik karena harus menjaga data mitra yang bekerja sama dengan Garda Pangan. Namun ia menegaskan bahwa jumlahnya sangat signifikan.
“Banyak sebenarnya makanan yang dulu terbuang, sekarang masih bisa dimanfaatkan. Aku juga enggak bisa sebut satu-satu karena ada beberapa mitra yang datanya harus kami jaga,” ungkapnya.
Dari pengalaman di lapangan, jenis makanan terbanyak yang diselamatkan berasal dari buffet hotel dan produk supermarket. Menurut Kevin, supermarket memiliki potensi tinggi menyumbang makanan layak konsumsi namun tidak terjual karena standar kualitas penjualan yang ketat.
Dengan penghargaan ini, Kevin berharap gerakan Garda Pangan semakin dikenal dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk turut serta mengurangi limbah makanan demi kesejahteraan bersama. (awi/but)






