Pendidikan & Kesehatan

Terapkan 9 Skema KKN

Wakil Rektor I Unair Berangkatkan 1.350 Mahasiwa

Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 1.350 mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) Universitas Airlangga (unair) resmi dilepas Wakil Rektor I Prof. Dr. Djoko Santoso, Ph.D., K-GH., FINASIM., Selasa pagi (2/7/2019) di Airlangga Convention Center (ACC) Kampus C Unair. KKN menjadi salah satu program wajib yang diikuti para mahasiswa menjelang akhir masa perkuliahan.

Sebanyak 1.350 mahasiswa terdiri atas mahasiswa dari seluruh fakultas Unair. Tepatnya berasal dari 14 fakultas. Yakni, Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), Fakultas Hukum (FH), Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Farmasi (FF), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Psikologi (FPsi), Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Fakultas Kedokteran Hewan (FKH), Fakultas Keperawatan (FKp), Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK), dan Fakultas Vokasi (FV).

Sebanyak 1.350 mahasiswa KKN itu tersebar, antara lain, di Surabaya, Gresik, Lamongan, Jember, Banyuwangi, Tuban, dan Bandung. Untuk yang di Bandung, program KKN-nya adalah Citarum Harum. Yakni, bekerja sama dengan Kodam (Komando Daerah Militer).

Ketua Lembaga Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM) Unair Dr. Eko Supeno drs., M.Si., menyampaikan bahwa kampusnya menerapkan sembilan skema KKN. Meliputi, KKN-BBM (Belajar Bersama Masyarakat) Tematik; KKN Back to Village; KKN Ceria; KKN Luar Negeri; KKN Pemilu; KKN IPE (Interprofessional Education); KKN Kebangsaan Ke-6; KKN Citarum; dan KKN PPM Dikti.

Selama ini, ungkap Dr. Eko, terdapat sebanyak 3.000 mahasiswa Unair setiap semester diterjukan ke wilayah KKN. Berkaca pada jumlah itu, tidak sedikit kontribusi yang telah diberikan mahasiswa kepada masyarakat, cukup signifikan. Di sisi lain, bagi mahasiswa, hal itu turut mendorong proses belajar yang baik bagi mahsiswa di tengah-tengah masyarakatnya.

“Sekarang telah dikembangkan konsep-konsep KKN dengan berbagai macam SKIM (skema, Red), yaitu ada 9 SKIM. Sehingga masing-masing model KNN tersebut diharapkan dapat memberikan hasil yang maksimal sesuai dengan kebutuhan yang ada di tengah-tengah masyarakat,” tuturnya.

Tapi, yang diberangkatkan untuk yang pagi ini (Selasa 2 Juli 2019, Red) hanya SKIM ke 1. Yaitu, KKN BBM Tematik. Eko menyebutkan, banyaknya skema yang diterapkan Unair terkait pengabdian itu bukan tanpa alasan.

Selain memberikan banyak wadah bagi mahasiswa, hal itu menandakan mahasiswa Unair siap diterjunkan dan memberikan kontribusi pengabdian di manapun di wilayah Indonesia. “Salah satu tujuannya bahwa Unair siap berada di mana saja untuk mengabdi di negeri,” katanya.

Misalnya, KKN Back to Village. KKN itu, terang Eko, berisi kegiatan mengembalikan mahasiswa yang bersangkutan ke desa mereka. Tujuannya, kelak ketika lulus, para mahasiswa tersebut dapat dan mampu dengan siap untuk kembali membangun dan mengabdi di kampung halaman mereka.

“Saya berharap dengan berbagai ragam SKIM KKN dan tersebar di banyak wilayah atau propinsi, hasilnya lebih fokus, maksimal, dan memberi impact yg besar,” ucapnya.

“Dengan begitu, tidak saja memberikan nilai tambah buat mahasiswa dalam proses pembelajarannya yang ada di tengah-tengah masyarakat, tetapi juga memberikan nilai positif bagi masyarakat sasaran KKN. Bahwa, mahasiswa hadir dan dapat membantu serta meningkatkan kapasitas mereka,” tambahnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Djoko dalam kata-kata pelepasannya menyampaikan bahwa pengabdian nyata kepada masyarakat menjadi satu bagian yang sangat penting dalam proses pendidikan. Terutama memperkuat kemapuan nilai-nilai kepemimpinan atau leadership.

Segala problematika yang dihadapi ketika berhubungan langsung dengan masyarakat mendorong mahasiswa dapat pro aktif dan berinisiatif melakukan sesuatu. Dengan begitu, soft skill kepemimpinan setidaknya mampu terasah dengan baik.

“Ini (Kegiatan KKN, Red) merupakan salah satu bagian proses panjang dalam rangka proses penyempurnaan leadership. Yang ketika lulus, jadi bibit leader yang luar biasa,” tuturnya. [adg/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar