Pendidikan & Kesehatan

Update Jatim: Positif Covid-19 Sebanyak 662, Sembuh 127, Meninggal 66

Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa memberikan pernyataan pers untuk update data kasus Covid-19 di Jatim. Hingga 23 April 2020 pukul 18.00 WIB, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) ada 17625 orang, 2411 orang pasien dalam pengawasan (PDP) dan positif Covid-19 (coronavirus) 662 orang.

“Hari ini ada tambahan 25 kasus baru. Total ada 662 orang yang positif Covid-19 di Jatim. Yang sembuh tambah 15 jadi 127 orang dan meninggal tambah 6 jadi 66 orang,” katanya kepada wartawan usai Konferensi Pers di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (23/4/2020) malam.

Gubernur merinci yang positif 662 orang di Jatim itu terdiri dari 326 dari Surabaya, 20 Kabupaten Malang, 11 Kota Malang, 2 Kota Batu, 14 dari Magetan, 71 dari Sidoarjo, 21 Kabupaten Kediri, 7 Kota Kediri, 21 Gresik, 2 Kabupaten Blitar, 2 Kota Blitar, 10 Lumajang, 6 Jember, 11 Situbondo, 1 Bondowoso, 3 Banyuwangi, 5 Pamekasan, 16 Tulungagung, 7 Jombang, 10 Nganjuk, 3 Kabupaten Madiun, 8 Ponorogo, 1 Trenggalek, 30 Lamongan, 6 Bangkalan, 1 Pacitan, 8 Bojonegoro, 3 Tuban, 11 Kabupaten Pasuruan, 3 Kota Pasuruan, 16 Kabupaten Probolinggo, 4 Kota Probolinggo dan 2 Kabupaten Mojokerto.

Dari data tersebut, ada 66 pasien yang meninggal, yakni 1 di Kabupaten Malang, 40 di Surabaya, 6 di Sidoarjo, 2 di Gresik, 3 di Lamongan, 4 di Kabupaten Kediri, 1 di Magetan, 1 Pamekasan, 1 Bojonegoro, 2 Lumajang, 1 Kota Pasuruan, 1 Banyuwangi, 1 Jember, 1 Kabupaten Blitar dan 1 Tuban.

Ada 127 yang sudah terkonfirmasi negatif. Artinya, mereka sudah sembuh. Yakni, 14 dari Malang, 1 Kota Batu, 61 dari Surabaya, 6 dari Sidoarjo, 4 dari Gresik, 5 Lamongan, 1 dari Kabupaten Blitar, 1 dari Kota Blitar, 8 dari Magetan, 2 dari Kabupaten Kediri, 1 Jember, 4 Kota Kediri, 6 Situbondo, 4 Tulungagung, 1 Trenggalek, 2 Kabupaten Madiun, 1 Lumajang, 1 Kota Probolinggo, 1 Ponorogo, 1 Bondowoso, 1 Bangkalan dan 1 Banyuwangi.

Untuk itu, Gubernur Khofifah menegaskan, agar tetap meningkatkan kewaspadaan dan memaksimalkan langkah pencegahan Covid-19.

“Tetap menjaga jarak sosial, melakukan olah raga, tinggal di rumah dan keluar hanya urgent, pola hidup bersih dan sehat, cuci tangan yang baik, jangan mengundang atau datang ke keramaian dulu. Jangan melakukan suasana yang menjadikan panik. Penyebaran Covid-19 ini jangan pernah dianggap sepele. Kewaspadaan harus berlapis. Gunakan masker setiap keluar rumah,” pungkasnya. [tok/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar