Surabaya (beritajatim.com) – RSUD dr resmi menghadirkan PMDC (Parkinson’s Movement Disorders Center) dan EVANI (Unit Endovaskuler Neurointervensi). Ini merupakan layanan medis khusus untuk penanganan gangguan Parkinson dan syaraf lainnya.
Layanan ini resmi beroperasi di Pavilliun Indraprasta-STOC RSUD Dr Soetomo. Dilengkapi dengan mesin yang canggih dan para dokter berpengalaman, PMDC siap memberikan layanan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Direktur Utama RSUD Dr Soetomo, Dr. dr. Joni Wahyuhadi, Sp.BS (K), mengungkapkan kehadiran PMDC merupakan amanat dari Gubernur Jawa Timur untuk menghadirkan layanan kesehatan canggih bagi masyarakat.
“Ini salah upaya dari RSUD Dr Soetomo, amanah dari Gubernur untuk satu, kita melakukan pelayanan sophisticated, yang canggih,” ujar dr. Joni di sela peresmian PMDC dan EVANI di Paviliun Indraprasta RSUD Dr Soetomo Surabaya, Selasa (11/4/2023).
Parkinson merupakan gangguan syaraf yang hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebabnya. Sejauh ini, penanganan umumnya dijalankan hanya dengan mengandalkan obat.
Pun di Indonesia, layanan penanganan Parkinson belum banyak. Alhasil, banyak pasien penderita Parkinson terpaksa berobat ke luar negeri.
Baca Juga:
Indonesia Jadi Kontributor Terbesar Sektor Medical Tourist, Ini Langkah RSUD dr Soetomo Surabaya
Dr. Joni pun menjelaskan, hal itu pula yang juga jadi dasar didirikannya PMDC. Sehingga, masyarakat Indonesia penderita Parkinson tidak perlu ke luar negeri untuk berobat.
“Semua ada di Soetomo. Pemerintah Provinsi dan Kementerian Kesehatan, baik RSUD Dr Soetomo sendiri berupaya untuk mencukupi baik SDM, peralatan-peralatannya, maupun alat habis pakainya, sistemnya, supaya kita bisa memberikan pelayanan yang canggih,” kata dia.
Selain itu, terang dr. Joni, PMDC juga menjadi upaya RSUD Dr Soetomo mendukung visi menjadikan Jawa Timur sebagai destinasi health tourism. Tentu upaya tersebut dijalankan dengan menghadirkan layanan kesehatan kelas dunia.
“Nanti layanan-layanan di luar negeri bisa dihadirkan di Dr. Soetomo,” kata dia.

Selanjutnya, dr Joni mengungkapkan layanan Parkinson sebenarnya sudah tersedia di RSUD Dr Soetomo sejak 2018. Hanya saat itu, RSUD Dr Soetomo menyediakan SDM saja sementara alat dan mesin masih meminjam.
Tetapi sejak tahun ini, layanan Parkinson bisa dijalankan oleh RSUD Dr Soetomo secara mandiri. Ini menyusul telah dimilikinya stereotaxis atau alat pemindaian tiga dimensi yang merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Stereotaxis sudah ada 2019 kemarin, itu (pelayanan) kita lakukan. Memang 2020, 2021, pasien tidak ada karena Covid-19. Untuk 2022, 2023 ini kita kembangkan,” kata dia
Tahun ini, dr. Joni menyatakan pihaknya akan melengkapi sejumlah alat yang diperlukan. Di antaranya CT Scan, MRI 3 Tesla, serta penyiapan tim yang kuat.
Baca Juga:
Gagal Ginjal Misterius, RSUD dr Soetomo Surabaya Siapkan Penanganan Khusus
Tim ini terdiri dari para dokter lintas spesialisasi. Sehingga pelayanan bisa diberikan secara maksimal.
Tak hanya itu, RSUD Dr Soetomo kini telah memiliki unit EVANI (Endovaskuler Neurointervensi). Ini merupakan teknik untuk mendeteksi kelainan darah pada otak.
Layanan ini, terang dr. Joni, disiapkan untuk penanganan pasien stroke akibat kelainan pembuluh darah otak yang sifatnya mendadak. Ini bisa dideteksi jauh-jauh hari menggunakan alat khusus yang tersedia di RSUD Dr. Soetomo.
“Saya bisa klaim ini yang tercanggih,” kata dia.
Seluruh layanan canggih ini, kata dr. Joni, bisa dinikmati semua kalangan. “Baik masyarakat yang punya BPJS maupun yang punya asuransi, maupun masyarakat yang punya kesanggupan untuk memenuhi tarif-tarif yang ada,” tutup dia. [beq]






