Malang (beritajatim.com) –.Jalur seleksi mandiri Universitas Negeri Malang (UM) menyediakan sekitar 3.200-an kuota. Terdapat empat seleksi mandiri UM, yaitu jalur prestasi, jalur skor UTBK-SNBT, jalur tes masuk berbasis komputer (TMBK), dan jalur kemitraan.
Kepala sub direktorat seleksi UM, Dr. Rizky Firmansyah, S.E., M.S.A. menjelaskan, seleksi mandiri jalur prestasi merupakan seleksi mahasiswa baru jalur prestasi. Ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada siswa dengan prestasi unggul bidang kejuaraan bidang olahraga, keagamaan, seni, dan penalaran.
“Jalur prestasi ini akan berakhir pada 23 Juni ini, UM sebenarnya sudah membuka seleksi mandiri sejak 22 Mei 2023 lalu,” ujar Rizky saat konferensi pers, Rabu (21/6/2023).

Jalur skor UTBK-SNBT adalah seleksi untutk menjaring calon mahasiswa berdasarkan skor UTBK – SNBT pada tahun 2023. Jalur ini akan dibuka hingga 26 Juni mendatang, sebab saat ini peserta SNBT masih belum bisa akses skornya.
“Pemeringkatan di SNBT 2023 berbeda dengan passing grade. Misalnya yang daftar Psikologi ada 1.000 skor tertinggi misalnya 700, kuotanya hanya 40, jadi yang diterima ya sebanyak kuota itu. Jadi sebenarnya sekarang tidak ada passing grade, tetapi bergantung pada kuota dan skor tertinggi saat tes UTBK SNBT. Skor berapapun di situ yang itulah skor terendahnya,” kata dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis ini.
Sementara itu, jalur TMBK adalah seleksi yang dilakukan berdasarkan skor tes ujian tulis berbasis komputer yang diselenggarakan oleh UM. Jalur ini dibuka sejak 22 Mei hingga 9 Juli 2023. Ada empat lokasi yang disediakan UM, yaiti di kampus UM, DKI Jakarta di SMAN 71 Jakarta, Sulawesi Selatan di SMKN 2 Makassar, dan Kalimantan Selatan di SMKN 2 Banjarbaru.
Kemudian kalur kemitraan adalah seleksi mahasiswa baru melalui kerja sama dengan institusi pemerintah, perusahaan, atau lembaga/yayasan. “Jaminan pembiayaan pendidikan untuk calon mahasiswa yang diusulkan mitra berdasarkan MoU dengan UM,” tutupnya.
Kuota mandiri UM di tahun 2023 meningkat dari tahun sebelumnya. Menurut Rizky, status UM sebagai PTNBH tidak semerta-merta membuat jalur mandiri langsung banyak sebab melihat banyak aspek. Bahkan SNBT daya tampungnya lebih banyak dari mandiri.
BACA JUGA:
Lestarikan Budaya Jawa, Mahasiswa Universitas Negeri Malang Tampilkan Geguritan dan Karawitan
“Kita akan ada peningkatan daya tampung karena menambah juga akses dari seluruh Indonesia untuk menjadi pendaftar di UM. Kemungkinan kalau melihat antusias tahun ini akan ada peningkatan tahun depan dengan jumlah signifikan,” katanya mengakhiri.
Sementara itu, biaya Sumbangan Pengembangan Sarana Akademik (SPSA) tertinggi di UM sebesar 30 juta Rupiah, dengan biaya terendah 17 juta Rupiah. Tersedia 7 kelompok untuk Uang Kuliah Tunggal (UKT) tahun akademik 2023/2024, kelompok paling rendah dengan biaya 0 Rupiah, kelompok 7 biaya tertingginya sebesar 7,5 juta Rupiah. Informasi lengkap terkait seleksi mandiri UM dapat diakses melalui : https://seleksi.um.ac.id/. [ian/but]






