Lamongan (beritajatim.com) – Beberapa sekolah dasar negeri (SDN) di Kabupaten Lamongan terancam kekurangan peserta didik pada Tahun Ajaran 2023-2024 ini. Di antaranya adalah SDN di Kecamatan Turi dan Modo.
Kondisi ini dianggap sebagai imbas dari semakin tingginya persaingan yang terjadi antar lembaga pendidikan sekolah swasta dengan negeri di Kabupaten Lamongan. Mengingat, lembaga pendidikan swasta menawarkan beragam fasilitas yang memadai dan menarik.
Selain itu, berkurangnya jumlah siswa ini juga diklaim lantaran program keluarga berencana (KB) yang dicanangkan oleh Pemerintah berhasil.
Dalam kesempatan ini, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, Munif Syarif membenarkan kondisi tersebut. Dia menyebut, telah melakukan evaluasi terhadap sejumlah SDN di Lamongan yang tak mendapat peserta didik itu.
“Seperti tahun kemarin, ada lembaga pendidikan SD yang memang tidak mendapatkan murid dan sudah kita evaluasi. Kita evaluasi dulu, karena SD itu masih ada tingkatan kelas di atasnya, kelas, 3, 4 dan seterusnya,” kata Munif, Senin (17/7/2023).
BACA JUGA:
980 Guru di Lamongan Terima SK Pengangkatan PPPK
Proses evaluasi itu, sebut Munif, dilakukan bersama Komite Sekolah, Pihak Wilayah setempat, Camat dan Kepala Desa. Melalui evaluasi ini, diharapkan bisa mengusahakan para siswa agar tetap mendapat layanan pendidikan dari pemerintah.
Ditegaskan Munif, jika nantinya selama tiga tahun berturut-turut SD yang dimaksud tetap tidak mendapatkan siswa, maka Dinas Pendidikan Lamongan akan memberlakukan merger terhadap SD yang tak menerima siswa tersebut.
“Pelayanan pendidikan ini sangat penting bagi para siswa. Kita berikan batas terakhir sampai tahun depan. Jika tahun depan atau di tahun ketiga masih tak mendapatkan siswa, maka akan kita merger dengan lembaga lain di sekitarnya atau terdekat,” tandasnya.
Lebih rinci, Munif menuturkan, 3 sekolah dasar yang tak menerima murid saat berlangsungnya PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) itu yakni SDN 1 Modo, kemudian dua sekolah dasar yang berada di Kecamatan Turi.
BACA JUGA:
Lamongan Bakal Gelar Festival Muharram 1445 H, Dimeriahkan Grup Band Letto
“Pada tahun 2023 ini setidaknya ada 628 lembaga SDN di Lamongan yang melaksanakan PPDB,” tuturnya.
Sementara itu, selain SD di atas, terdapat pula SDN lain yang terpantau minim peserta didiknya, di antaranya SDN Desa Sukosongo dan Desa Katemas di Kecamatan Kembangbahu Lamongan.
SD tersebut kondisinya sangat memprihatinkan karena dalam satu ruang kelas hanya diisi oleh 3 siswa saja. [riq/beq]






