Pendidikan & Kesehatan

Sidang di Tempat Operasi Yustisi

Ratusan Pelanggar Protokol Kesehatan di Kota Mojokerto Diberi Sanksi Denda

Operasi Yustisi yang digelar Polresta Mojokerto bersama Kodim 0815 Mojokerto, Satuan Polisi Pamong Praja dan Kejari Kota Mojokerto di Alun-alun Kota Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 128 orang pelanggar protokol kesehatan langsung menjalani sidang di tempat Operasi Yustisi Protokol Kesehatan di Alun-alun Kota Mojokerto. Ratusan orang pelanggar protokol kesehatan tersebut terjaring razia gabungan Polresta Mojokerto karena kedapatan tak menggunakan masker.

Sebanyak 128 orang pelanggar protokol kesehatan tersebut diberikan saksi denda sesuai dengan pelanggaran. Yakni Peraturan Daerah (Perda) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur Nomor 2 Tahun 2020 sebanyak 18 orang pelanggar dan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 55 Tahun 2020 sebanyak 110 orang pelanggar.

Sebanyak 18 orang pelanggar dikenakan sanksi denda sebesar Rp25 ribu dan sebanyak 110 orang pelanggar dikenakan sanksi denda sebesar Rp200 ribu. Para pelanggar protokol kesehatan menjalani sidang di tempat dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mojokerto.

Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriyadi mengatakan, Polresta Mojokerto bekerjasama dengan Kodim 0815 Mojokerto, Kejari Kota Mojokerto dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mojokerto melaksanakan Operasi Yustisi yang digelar di seputar Alun-alun dan perkantoran hingga restoran.

“Ditemukan beberapa pelanggar protokol kesehatan yang tidak menggunakan masker. Dalam hal ini, kita lakukan dua penegakan peraturan. Yaitu yang pertama Perda Pemprov Jawa Timur Nomor 2 Tahun 2020 dan Perwali Nomor 55 Tahun 2020,” ungkapnya, Selasa (15/9/2020).

Masih kata Kapolresta, tujuannya agar masyarakat semakin patuh terhadap protokol kesehatan kesehariannya dalam berinteraksi sosial dengan selalu menggunakan masker. Sasarannya yakni masyarakat yang melintas di jalan raya baik roda dua dan roda empat, dilakukan penindakan terhadap protokol kesehatan.

“Terhadap penegakan Perda Pemprov Jatim denda yang dikenakan kepada pelanggar yakni sebesar Rp25 ribu, sedangkan Perwali sasarannya kepada pemilik tempat atau penanggungjawab tempat sebesar Rp200 ribu. Sambil kita lakukan patroli banyak masyarakat yang mengabaikan penggunaan masker saat beraktivitas di luar,” katanya.

Menurutnya, banyak masyarakat yang lupa menggunakan masker. Namun saat mendapati petugas langsung buru-buru mencari masker dan menggunakan masker tersebut. Kapolresta menambahkan, sehingga sebenarnya masyarakat sudah sadar dalam penggunaan masker tapi masih mengabaikan sesekali waktu.

“Modal utama protokol kesehatan itu menggunakan masker, mungkin juga ada cuci tangan dan lain-lainnya. Rencananya rutin digelar yakni setiap hari. Setiap pagi, siang dan malam. Sanksi sosial sementara kita kesampingkan dulu karena memang sesuai kebijakan pemerintah kita lakukan Operasi Yustisi,” tegasnya. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar