Gresik (beritajatim.com) – Guna meningkatkan pelayanan pendidikan di Pulau Bawean, Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik akan membangun pusat kegiatan belajar mengajar (PKBM). Keberadaan pusat belajar itu nantinya untuk masyarakat yang mengikuti program kejar paket tidak perlu jauh-jauh ke daratan karena lokasinya berada di Kecamatan Cerme.
“PKBM itu juga berkaitan dengan realisasi penuntasan Kejar Paket Tuntaskan Putus Sekolah (Jaketku),” ujar Kadispendik Gresik, S.Haryanto, Rabu (17/05/2023).
Saat ini lanjut dia, khusus Pulau Bawean ada 47 orang yang siap mengikuti program Jaketku. Jumlah tersebut diprediksi akan bertambah mengingat warga setempat yang ingin mengikuti program kejar paket sangat antusias.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/politik-pemerintahan/data-ganda-dan-anomali-di-pulau-bawean-gresik-capai-ribuan/
Sebagai tindak lanjutnya untuk meningkatkan pendidikan. Pemerintah daerah berkomitmen memberikan uang jasa kepada hampir 14 ribu guru. Tahun ini, sebanyak 3.206 guru PAUD akan mendapat insentif bulanan Rp 200 ribu selama setahun.
Dari besaran itu, anggaran yang telah disiapkan dari APBD mencapai Rp 7,7 miliar. Selain itu, pemerintah daerah juga melakukan pengangkatan guru honorer menjadi PPPK juga terus dikebut. Targetnya, di Kabupaten Gresik nantinya tidak ada lagi guru honorer.
Sementara itu, Kepala Kemenag Gresik M.Irsyad menyatakan kepuasan pelayanan masyarakat terhadap pendidikan di Gresik khususnya sekolah madrasah sudah lebih dari 80 persen. Ini sangat baik karena sudah diatas rata-rata Jawa Timur. “Kami tidak ingin ada ketimpangan pendidikan madrasah di daratan maupun kepulauan. Untuk itu, pihaknya akan berkolaborasi dengan Dispendik Gresik,” ujarnya. [dny/kun]






