Pendidikan & Kesehatan

Pilot Project Penyelenggara Pendidikan Pesantren di Era New Normal

Pesantren Progresif Bumi Shalawat Siapkan Sarana dan Fasilitas dan Aturan Sesuai Protokol Kesehatan

Sidoarjo (beritajatim.com) – Para guru dan pengurus Pesantren Progresif Bumi Shalawat Desa Lebo Kec. Sidoarjo mulai bekerja untuk persiapan menuju New Normal sebagai Pilot Project penyelenggaraan pendidikan di lingkungan pondok pesantren.

Hadir dalam kegiatan Pondok Pesantren yang diasuh oleh KH Agoes Ali Masyhuri itu, Fahmi, Kepala Sekolah SMP Progresif Bumi Shalawat; Mita, Kepsek SMA Progresif Bumi Shalawat; Dadang, Kesiswaan SMP; Misbah, Kurikulum SMA; Tri, Koordinator Persiapan New Normal dan beberapa tukang atau pekerja luar yang didatangkan oleh pihak yayasan.

Dikatakan Koordinator Persiapan New Normal, kerja bakti di halaman, gedung dan lainnya ini untuk menyambut kedatangan santri pada 24-25 Juni 2020 mendatang. “Ini untuk persiapan Pesantren Tangguh di tengah pandemi Covid-19,” ucapnya, Rabu (17/6/2020).

Lanjut Tri, kegiatan yang dilakukan yakni pemasangan instalasi cuci tangan di titik-titik strategis sekolah dan asrama, wadah hand sanitizer di setiap depan kelas dan kamar, penyemprotan disinfektan bekerja sama dengan PMI Kabupaten Sidoarjo.

“Untuk tempat ibadah, sesuai aturan physical distancing (berjarak) sudah diterapkan dengan model ada tanda di lantai. Begitu juga penataan ruang kelas sekolah juga menerapkan aturan physical distancing,” papar Tri.

Fahmi Kepala Sekolah SMP Progresif Bumi Shalawat menambahkan, untuk semua guru dan karyawan juga diharuskan menerapkan standar protokol kesehatan. Yakni dengan memakai masker, faceshield, rutin cuci tangan, dan menerapkan physical distancing. “Para guru dan karyawan juga dianjurkan sedia hand sanitizer pribadi,” imbuhnya.

Disinggung soal kesiapan santri, ia menjelaskan, dari segi santri, mereka sudah melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing selama minimal 14 hari, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, olahraga teratur, istirahat cukup, dan konsumsi makanan bergizi tinggi.

Santri yang kembali ke pondok, sambung Fahmi, juga harus membawa surat keterangan RT/RW yang menerangkan bahwa santri bersangkutan telah melakukan karantina mandiri di rumah selama 14 hari sebelum tanggal kembali ke pesantren dan surat keterangan kesehatan dari dokter pribadi/umum.

“Pihak yayasan juga sudah berkordinasi dengan semua santri yang akan kembali. Terutama santri tingkat SMP kelas 1 dan 2, serta santri tingkat SMA kelas 1 dan 2. Untuk santri SMP yang sudah lulus dan akan melanjutkan ke SMA akan datang pada tahun ajaran 2020-2021. Jumlah santri yang akan kembali sekitar 2.100 orang,” sebutnya merinci.

Untuk persiapan menyambut kedatangan santri dalam New Normal, sudah mencapai sekitar 80 persen. Kerja bakti dan lainnya akan terus dilanjutkan sampai batas kedatangan santri pada 24-25 Juni 2020 mendatang. (isa/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar