Bojonegoro (beritajatim.com) – Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang yang terlibat dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Bojonegoro menyajikan program kesenian tradisional Sandur sebagai bagian dari kegiatan mereka.
Kegiatan tersebut dilakukan oleh Kelompok 900 Program Mahasiswa Membangun 1.000 Desa di Desa Sidorejo, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro.
Koordinator Desa Kelompok 900, M Wahyu Tri Arianto, mengatakan bahwa kesenian tradisional dipilih karena dianggap lebih fleksibel dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat. Selain itu, materi sosialisasi yang disampaikan dalam naskah dekat dengan kondisi sosial masyarakat, sehingga mudah diterima.
BACA JUGA:
Pelaku Kesenian Sandur Bangkit Pasca 65
Dalam pertunjukan itu, kelompok mahasiswa KKN mengangkat tema kenakalan remaja dan bahayanya sesuai dengan undang-undang yang berlaku di Indonesia. Diantaranya mengacu pada Pasal 310 dan 311 KUHP tentang pencemaran nama baik dan kejahatan penistaan.
“Kenakalan remaja belakangan ini sangat beragam dan sangat berdampak pada kualitas pendidikan. Dengan melalui pertunjukan Sandur ini, diharapkan pesan yang ingin kami sampaikan bisa diterima oleh masyarakat karena penyampaiannya lebih fleksibel,” ujar M Wahyu Tri Arianto, mahasiswa Jurusan Ilmu Hukum angkatan 2021, pada Minggu (30/7/2023).
BACA JUGA:
Festival Geopark Bojonegoro, Hadirkan Sandur di Hamparan Sumur Tua
Sementara itu, Ketua Program Sosialisasi tentang Bahaya Kenakalan Remaja Terhadap Kualitas Pendidikan Remaja berdasarkan UU di Indonesia, Febriana Al Hilwa Layyina, menambahkan bahwa sosialisasi tersebut merupakan salah satu dari 14 program yang sudah dijalankan selama empat minggu.
Diharapkan pertunjukan kesenian tradisional Sandur ini dapat menarik minat masyarakat untuk menyampaikan pesan tentang pentingnya mencegah dan menghindari kenakalan remaja demi meningkatkan kualitas pendidikan remaja di wilayah tersebut. [lus/suf]






