Pendidikan & Kesehatan

Komisi Penyiaran dan UNESA Gagas Kampung Cerdas Bermedia

FGD Informan Ahli Riset Indeks Kualitas Program Siaran Televisi 2021 yang digelar oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) , Senin (31/05/2021)

Surabaya  (beritajatim.com)  – Ada yang menarik dari FGD Informan Ahli Riset Indeks Kualitas Program Siaran Televisi  2021 yang digelar oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) hari ini. Dalam acara tersebut, muncul gagasan  “Kampung Cerdas Bermedia.”

Gagasan tersebut diketahui setelah Komisioner KPI Pusat, Nuning Rodiyah dan Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Prof. Dr. Bambang Yulianto secara senada menyatakan bahwa kampung cerdas bermedia merupakan salah satu bentuk upaya untuk membekali masyarakat dalam bermedia. Perkembangan media yang begitu pesat, menjadi salah satu latar belakang munculnya gagasan ini.

“Di tengah perkembangan media yang begitu pesat di era industri 4.0 dan mengarah pada Society 5.0 yang lebih memanusiakan manusia, pemahaman masyarakat terhadap media sangat diperlukan. Masyarakat perlu didampingi agar dapat mengoptimalkan media,”ungkap Prof Bambang menjelaskan latar belakang gagasan kampung cerdas bermedia, Senin ( 31/1/2021).

Pada bagian lain, Nuning Rodiyah menyatakan bahwa gagasan kampung cerdas bermedia sejalan dengan program Gerakan Literasi Sejuta Pemirsa. Sebagaimana diketahui Program Gerakan Literasi Sejuta Pemirsa merupakan program KPI yang berorientasi pada literasi kepada pemirsa (penonton televisi dan pendengar radio) agar cerdas dalam memilih program siaran.

Mengenai fungsi dari kampung cerdas bermedia, Nuning menambahkan kampung ini akan menjadi tempat masyarakat saling berinteraksi bagaimana menjadi konsumen media yang cerdas dan fokus pada siaran baik.

“Di tengah makin kuatnya penetrasi media, kemandirian pribadi maupun komunal dalam memilah dan memilih media khususnya program siaran menjadi hal yang mutlak diperlukan.”tandasnya

Apa yang dinyatakan Nuning ini sejalan dengan visi dibalik Gerakan Literasi Sejuta Pemirsa (GLSP). Sebagaimana sering dinyatakannya dalam beberapa kesempatan, program GLSP memiliki tujuan agar pemirsa dapat mempengaruhi trend pilihan tayangan program yang disiarkan berdasarkan rating.

Mengenai hal ini lebih lanjut, Nuning menjelaskan program GLSP, secara berlahan namun pasti diharapkan mampu membawa pemirsa untuk memilih program yang berkualitas.

“Nah, semakin banyak program siaran berkualitas yang dipilih, ketika survei dilakukan dan hasilnya menunjukkan prgram acara berkualitas yang dipilih, maka hasilnya diharapkan akan mendorong lembaga penyiaran memproduksi program siaran yang berkualitas.”tambah Nuning.

Pada bagian lain, ketika ditanya bagaimana gagasan tersebut dilakukan, Nuning yang juga Korwil KPI untuk Jawa Timur menyatakan bahwa program tersebut akan diawali dengan pembuatan pilot project.

“Kita akan awali dengan pilot project di satu wilayah kecil seperti desa atau kelurahan untuk kita jadikan proyek percontohan. Di sini masyarakat akan didampingi dengan literasi media terutama media penyiaran. Kita akan mengoptimalkan pembentukan kader-kader cerdas bermedia. Mereka ini yang akan menjadi pengawal kampung cerdas bermedia,”papar Nuning.

Mengenai tenaga pendamping cerdas bermedia, Wakil Rektor Bidang Akademik UNESA, Bambang Yulianto menambahkan, UNESA merasa terpanggil untuk menjadi bagian dari upaya mencerdaskan masyarakat di bidang media. “Kami akan siap bersama KPI untuk merealisasikan gagasan tersebut,” kata Bambang Yulianto.

Dalam pantauan beritajatim.com ide tersebut selaras dengan tema utama dalam Focus Group Discussion (FGD) Informan Ahli Riset Indeks Kualitas Program Siaran Televisi.

Program ini merupakan program rutin yang berisi kajian terhadap program siaran yang disiarkan oleh TV berjaringan di Indonesia. Terdapat 400 program siaran yang dinilai berdasarkan 8 kategori dengan melibatkan akademisi dan praktisi di 12 kota. Surabaya merupakan salah satu dari 12 kota yang dimaksud.

Dalam acara tersebut dihadiri oleh beberapa akademisi, peneliti, seniman dan aktivis di bidang komunikasi, media, toleransi beragama, perkembangan anak dan remaja serta bidang terkait. Tampak hadir dalam acara tersebut Plh. Dekan FISH UNESA, Turhan Yani dan juga Komisioner KPID Jawa Timur, Immanuel Yosua. (ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar