Malang (beritajatim.com) – Departemen Psikologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (FISIP UB) menggandeng Fakulti Pendidikan Universiti Malaya (UM) Malaysia untuk memperkuat kolaborasi riset di bidang psikologi anak dan sistem pendidikan regional. Langkah ini diawali melalui program inbound akademik yang diikuti oleh 14 mahasiswa pascasarjana dan sarjana dari Malaysia di Kampus UB Malang sejak 23 hingga 25 Juni 2026.
Chairman University Malaya Family Research and Development Center (UMFRDC), Prof. Madya Dr. Fonny Dameaty Hutagalung, menjelaskan bahwa pertemuan bilateral ini sengaja menyasar penguatan riset bersama (joint research). Selain itu, ada juga publikasi ilmiah internasional yang berdampak luas bagi kebijakan pendidikan di Indonesia maupun Malaysia.
“Kami membawa 14 mahasiswa ke Universitas Brawijaya dan berharap mereka mendapatkan pengalaman terbaik. UB merupakan salah satu universitas terbaik di Indonesia. Saya berharap kolaborasi ini tidak berhenti pada program lima hari saja, tetapi dapat berkembang ke berbagai kerja sama lain seperti riset bersama, publikasi ilmiah, serta program inbound dan outbound mahasiswa maupun dosen,” ujar Prof. Fonny di Auditorium Nuswantara FISIP UB, Selasa (23/6/2026).
Prof. Fonny, yang juga memiliki garis keturunan Indonesia, menambahkan bahwa kedekatan kultural dan historis antara kedua negara menjadi modal kuat untuk melahirkan riset-riset psikologi yang aplikatif terhadap karakteristik masyarakat Asia Tenggara.
“Isu mengenai tumbuh kembang anak, manajemen stres, hingga pola interaksi guru dan murid di era modern menjadi fokus utama yang dibedah oleh akademisi dari kedua negara serumpun ini,” ujar Prof. Fonny.
Senada dengan itu, Dekan FISIP UB, Dr. Ahmad Imron Rozuli, menerangkan bahwa penanganan isu-isu psikologi praktis di lapangan menjadi menu utama dalam kunjungan kali ini. Para mahasiswa Malaysia tidak hanya belajar di dalam kelas, melainkan diterjunkan langsung ke pusat layanan inklusi dan pendidikan komunitas di Malang.
Beberapa titik yang dikunjungi antara lain Hanania Kidz Clinic untuk melihat penanganan klinis tumbuh kembang anak, serta komunitas Ruang Belajar Aqil (RBA) guna membedah praktik psikologi pendidikan berbasis masyarakat.
“Program ini tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik murni, tetapi memberikan kesempatan bagi mahasiswa Universiti Malaya untuk memahami praktik pendidikan dan psikologi yang berkembang langsung di tengah masyarakat Indonesia,” ujar Ahmad Imron.
Isu spesifik mengenai penanganan anak berbakat dan kesehatan mental mahasiswa juga dikaji secara mendalam melalui Lecture Series dan seminar paralel. Prof. Fonny memaparkan risetnya terkait Teacher-Student Relationship and Social Support as Drivers of Learning and Behavior in Malaysia Gifted Students.
Sementara tim dosen Psikologi UB menyajikan metodologi pengembangan mahasiswa berprestasi menuju kondisi psikologis yang prima (flourishing).
Forum ini membedah topik seperti stress and coping serta faktor risiko tumbuh kembang anak (risk factors of child development) guna merumuskan solusi atas tantangan mental yang dihadapi generasi muda saat ini.
“Sebagai langkah konkret jangka panjang, FISIP UB menjadwalkan kunjungan balasan dengan menggelar konferensi internasional di Malaysia pada Oktober 2026 mendatang. Kedua institusi berkomitmen membangun jejaring pendidikan tinggi regional yang solid dalam merespons isu-isu psikologi sosial secara berkelanjutan,” kata Dekan FISIP menutup. (dan/kun)






