Tuban (beritajatim.com) – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tuban, Ahmad Munir dimutasi menjadi dosen Universitas Islam Neger (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Sedangkan jabatan yang ditinggalkan Munir diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Moh. Qosim, yang sebelumnya menjabat Kasubag TU Kemenag Tuban.
Munir dalam sambutannya menjelaskan sampai hari ini SK masih berupa PDF. Meski begitu, pihaknya sudah tidak lagi menjabat karena resmi menjadi dosen di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.
“Supaya tidak terjadi perbedaan persepsi dan miskomunikasi dan tidak ada pikiran sudah tidak menjabat kok masih muncul di Tuban, makanya secara formal kewenangan diserahkan kepada Kasubag TU,” ucap Ahmad Munir.
Sehingga, pihaknya memohon pengertian sebab kehadirannya di kantor Kemenag menjadi absen sementara, karena semuanya masih berproses. Ia juga meminta maaf kepada yang hadir jika dalam memimpin Kemenag Tuban selama kurang lebih 1 tahun 6 bulan ada kekurangan dan kekhilafan.
BACA JUGA:
Kemenag Tuban Ingatkan Pelaku UMKM Buat Sertifikat Halal
“Jika pernah keras kepada ASN itu pertanda sayang, dan sebagai orang tua harus mengingatkan,” ujar Ahmad Munir.
Munir sapaannya ini berpesan agar program yang sudah berjalan baik jangan sampai hilang atau ditenggelamkan. Terutama dalam publikasi di Kemenag Tuban harus terus ditingkatkan karena sesuatu yang baik itu harus disiarkan.
“Ada dua yang belum tuntas, edukasi Kepala KUA tentang ilmu kenotariatan dan pembangunan renovasi gedung yang masih proses,” ucapnya.
Tak hanya itu, menurut Munir dimanapun kita bertugas semoga tetap berhubungan baik, saling memaafkan dan semoga bisa husnul khatimah.
BACA JUGA:
Kemenag Tuban Targetkan 250 Sertifikat Tanah Wakaf Tahun Ini
Di tempat yang sama, Kasubag TU Kemenag Tuban, Moh. Qosim dalam menyampaikan sebagai Plt akan meneruskan dan harus bisa mikul dhuwur mendem jero.
“Terima kasih kepada Pak Munir yang sudah membawa Kemenag Tuban menjadi lebih baik, beliau sangat visioner, banyak capaian yang dilakukannya,” ungkap Moh. Qosim.
Pria asal Gresik ini juga menambahkan, beberapa program yang ditetapkan Menteri Agama sangat banyak, adapun penguatan moderasi beragama, transformasi digital dilakukan dengan mengembangkan PTSP, Kemudian revitalisasi KUA dan dilakukan beberapa terobosan seperti PTSP di setiap KUA dan Satker, aplikasi si Adik dan program Tuban mBangun Keluarga yang di launching bersama Bupati, Kemandirian pesantren, dan tahun kerukunan umat beragama.
“Kami sekuat tenaga bersama jajaran akan mengupayakan meneruskan apa yang sudah dibangun, termasuk menjalankan program – programnya,” pungkasnya. [ayu/beq]






