Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Guru SD Kompak Terlambat, Sekda Ponorogo: Akan Kita Lakukan Evaluasi

Sekda Ponorogo Agus Pramono. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Guru SDN Bringinan yang Sabtu (5/3) lalu kompak terlambat ke sekolah, peristiwa ini tentu mencoreng dunia pendidikan. Sebab, mereka sendiri sudah tidak mengamalkan kedisiplinan, khususnya tentang disiplin soal waktu. Kasus guru kompak terlambat ini pun sudah terdengar di telinga Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo Agus Pramono.

Pasca mencuatnya kasus ini, Sekda langsung meminta Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo untuk menindaklanjutinya. Dindik Ponorogo, kata Agus, harus melakukan klarifikasi kepada seluruh guru di SDN Bringinan Kecamatan Jambon itu. Akan ada evaluasi terhadap guru yang sudah mengantongi sertifikasi, jika keterlambatan itu dilakukan dengan unsur kesengajaan.

“Nanti akan kami lakukan evaluasi bersama kepala Dindik, Kabid yang membidangi, dan Inspektorat juga akan kita ajak bersama-sama,” kata Agus Pramono, Selasa (8/3/2022).

Agus menyayangkan peristiwa keterlambatan itu terjadi. Yang terlambat pun bukan satu atau dua guru, namun semuanya seolah-olah kompak terlambat di hari Sabtu lalu. Hal itu tentu tidak mencerminkan atau menunjukkan sikap disiplin yang dimiliki oleh ASN.

“Sangat disayangkan dan tidak boleh terjadi lagi. Masa bapak ibu guru kompak terlambat ke sekolah, kasian siswa-siswinya,” ungkap mantan pejabat kabupaten Madiun itu.

Diberitakan sebelumnya, jika biasanya yang terlambat ke sekolah itu siswanya, yang terjadi di Ponorogo justru berbeda. Kali ini yang kompak terlambat adalah para gurunya. Hal tersebut terjadi di SDN Bringinan Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo pada hari Sabtu (5/3) lalu. Kejadian siswa-siswi yang sedang menunggu gurunya datang itu diunggah di media sosial oleh Kepala Desa Bringinan, Barno, yang saat itu berada di lokasi sekolah.

“Akun Rahardi Subarno Barno itu milik saya. Saya melihat dan mendengar dengan kepala sendiri hari Sabtu itu sudah beranjak siang, tetapi gurunya tidak kunjung datang,” kata Barno.

Aksi unggah kondisi SDN Bringinan yang gurunya tak kunjung datang itu ibarat puncak gunung es. Menurut Barno, keadaan guru-guru datang terlambat itu sudah sering terjadi. Dia sudah mengingatkan tentang kedisiplinan guru itu sudah sejak tahun 2018. Namun tidak ada tindak lanjut yang berarti.

“Kemarin itu hingga diunggah di media sosial ya karena merasa jengkel. Saya selaku kades yang dituakan mendapatkan keluhan. Dan saya melihat dengan kepala saya sendiri ada guru yang telat datang,” ungkapnya.

Tahun 2019 lalu, Barno juga sudah melaporkan keadaan itu kepada UPT Dinas Pendidikan yang berada di Kecamatan Jambon. Saat itu pihak UPT juga sudah menindaklanjuti dengan mengingatkan ke guru-guru yang disana. Namun, sama saja tidak ada perubahan. Bahkan upacara pagi setiap hari Senin pun, kata Barno jarang dilakukan.

“Katanya saat pandemi Covid-19 ada aturan baru terkait masuk sekolah. Tetapi ini sudah terjadi sejak sebelum ada pandemi Covid-19,” katanya.

Bahkan saking jengkelnya, Barno sempat akan memasang CCTV di sekolah tersebut. Hal itu dilakukan untuk mengawasi kedatangan guru-guru itu jam berapa. Namun, sayang wifi balai desa yang berada di depan SD itu tidak sampai ke SD, jika dipasang CCTV. Akhirnya niat memasang CCTV itu belum terealisasikan.

“Saya tidak mengatur SD. Apakah saya sebagai yang dituakan di desa melakukan komplain yang memang saya lihat dan dengar dengan kepala sendiri. Saya ingin mengingatkan, guru itu digugu dan ditiru, juga harus disiplin waktu,” pungkasnya. [end/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar