Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Komisi D DPRD Surabaya dari Fraksi PDI Perjuangan, Khusnul Khotimah memiliki sebuah catatan dalam merefleksikan hari pendidikan nasional.
Diantaranya, gerakan Merdeka Belajar yang dicetuskan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim merupakan sebuah gebrakan yang luar biasa, bergeser pada pakem pendidikan formalitas yang sebelumnya dilaksanakan.
Menurut Khusnul, Merdeka Belajar mampu menciptakan kemerdekaan berkreatifitas guru dan siswa. Hal ini sejalan dengan semangat Ki Hajar Dewantara yaitu memerdekakan manusia khususnya dalam hal pendidikan.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/peristiwa/kecelakaan-beruntun-di-jombang-2-orang-meninggal/
“Namun Merdeka Belajar ini perlu mendapat dukungam banyak pihak. Selaras dengan tema Hardinas 2023 yakni ‘Bergerak Bersama, Semarakkan Merdeka Belajar’. Dari tema ini bisa diambil kesimpulan jika Merdeka Belajar tidak bisa dilakukan guru dan siswa, tapi juga lingkungan, orang tua dan lembaga pendidikan,” kata Khusnul, Rabu (3/5/2023).
Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya ini mengatakan, sejak pertama kali diluncurkannya Merdeka Belajar, Kemendikbud menekankan bahwa sistem pendidikan harus bebas dari tiga hal. Meliputi perundungan, intoleransi dan kekerasan seksual.
Untuk masalah kekerasan seksual ini, legislator perempuan dari Fraksi PDI Perjuangan ini mengatakan, masih mempunyai pekerjaan rumah (PR) yang cukup berat. Sebab hingga kini masih muncul kasus-kasus kekerasan seksual pada anak usia sekolah.
“Kasus terbaru yang sangat memperihatinkan adalah kasus pemerkosaan terhadap siswi SMP di Surabaya hingga hamil. Kasus ini perlu mendapat perhatian khusus, karena korbannya adalah anak-anak di bawah umur,” ungkap Khusnul.
Agar kasus semacam itu tak terulang lagi, lanjutnya, dibutuhkan peran Tri Pusat Pendidikan yakni keluarga, sekolah dan masyarakat. Puluhan dekade yang lalu, Ki Hajar Dewantara sudah mengingatkan akan pentingnya Tri Pusat Pendidikan ini.
“Ki Hajar Dewantara sudah mengingatkan jika mewujudkan pendidikan yang berkualitas tidak hanya berasal dari sekolah. Tapi juga dari keluarga dan masyarakat. Tiga elemen ini harus saling memiliki peran, untuk menciptakan generasi penerus yang berkualitas dan berakhlak mulia,” katanya.
Tri Pusat Pendidikan ini, Khusnul mengatakan, melengkapi upaya peningkatan kualitas pendidikan melalui kegiatan belajar mengajar (KBM).
“Selamat Hari Pendidikan Nasional untuk seluruh insan dan penggerak dunia pendidikan. Jangan pernah lelah menciptakan generasi cerdas, berkualitas dan berakhlak,” pungkasnya. [asg/kun]






