Pendidikan & Kesehatan

Diandra Putra Nur Ardianzah, Bayi 7 Bulan di Lamongan Menderita Hidrosefalus, Beberapa Kali Jalani Operasi

Bayi bernasib malang asal Lamongan, Diandra Putra Nur Ardianzah, yang menderita hidrosefalus sejak usia 2 bulan.[ist]

Lamongan (beritajatim.com) – Diandra Putra Nur Ardianzah, bayi berusia 7 bulan asal Kabupaten Lamongan, Jawa Timur ini mengidap penyakit Hidrosefalus. Sejak usianya 2 bulan, ia harus berjuang melawan penyakit yang dideritanya.

Bayi dari pasangan suami istri, Ardi dan Desi, asal Dusun Pambon, Desa Brengkok, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan ini lahir pada 5 Juli 2022. Dengan penyakit yang dideritanya, kini Diandra hanya bisa menghabiskan waktu terbaring lemas di tempat tidurnya.

Ibu Diandra, Desi mengungkapkan, awalnya putranya ini sehat dan tumbuh layaknya bayi pada umumnya. Namun ketika usia 2 bulan, kata Desi, putranya mulai menunjukan sejumlah gejala.

Hingga akhirnya, bayi bernasib malang itu kondisinya semakin bertambah parah, ditandai dengan ukuran kepalanya yang membesar. Diandra juga harus menjalani pengobatan intensif dan beberapa kali harus naik ke meja operasi.

“Pada usia dua bulan, kondisi kesehatan dedek (Diandra) terus menurun hingga saat ini. Mulai yang awalnya panas hingga kejang sampai perubahan ukuran kepala,” ujar Desi, Selasa (6/12/2022).

Desi juga menyebut, putranya kini sedang dirawat di RSUD dr Soetomo Surabaya, setelah beberapa bulan lalu sempat menjalani perawatan di RSUD dr Soegiri Lamongan.

“Setelah beberapa bulan di Lamongan kini dirujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya. Saya hanya berharap Diandra bertahan dan kuat melawan penyakitnya,” tandasnya sembari menyeka airmata yang menetes di pipinya.

Semakin bertambah hari, Desi menuturkan, kondisi Diandra semakin memprihatinkan. Selain itu, ukuran kepala Diandra pun makin membesar. Menurutnya, hal itu lantaran menumpuknya cairan yang ada di dalam otak.

Desi semakin tak mampu membendung kesedihannya saat menceritakan bahwa buah hatinya ini juga didiagnosa menderita radang paru-paru oleh dokter di RSUD dr Soetomo. Kenyataan ini membuat Desi dan suami hanya bisa pasrah menemani putranya yang berjuang melawan penyakit yang diderita.

Tertatat, Diandra telah 3 kali naik ke meja operasi saat menjalani perawatan intensif di RSUD dr Soegiri Lamongan. Kini, Diandra diagendakan juga bakal kembali menjalani operasi untuk ke-4 kalinya.

“Yang terpenting dedek (Diandra) sehat seperti sedia kala, tak tega menyaksikan putra saya di usia sekecil ini harus menghadapi cobaan seberat ini, selang di sekujur tubuhnya, jahitan dan perban di mana-mana, tangis kesakitan itu saya rasakan,” pungkasnya.[riq/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar