Ponorogo (beritajatim.com) – Jemaah haji asal Kabupaten Ponorogo rencananya akan berangkat ke tanah suci pada tanggal 27 Mei 2023 nanti. Di bumi reog, jemaah haji yang akan berangkat sebanyak 497 orang. Dari ratusan itu, ada nama Salamah binti Diyorejo. Salamah, akan berangkat ke tanah suci dalam usia 92 tahun. Dia menjadi jemaah haji tertua asal Ponorogo dalam pemberangkatan tahun ini.
Wartawan beritajatim.com berkesempatan mengunjungi kediamannya di Desa Ngrandu Kecamatan Kauman Ponorogo. Meski sudah renta, namun raut wajah Salamah tampak berbinar ketika para awak media mengalaminya. Pendengaran Salamah yang mulai berkurang, membuat anak bungsunya, yang bernama Imam Supingi (52) mendampingi ketika ada tamu ingin bersilaturahmi dengannya.
“Aku mangkat sewayah-wayah, ayo ae (Saya berangkat sewaktu-waktu, ayo saja),” kata Salamah, Selasa (23/05/2023).
Meski di usia senja, Salamah berangkat haji tahun ini sendiri, tidak ada pendampingan dari keluarga. Sebab, pendamping jemaah haji pada tahun ini sudah tidak berlaku lagi. Keluarga pun pasrah menitipkan Salamah kepada jemaah haji lain atau kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH).
“Keluarga tidak mikir yang macam-macam, mendoakan ibu sehat saat berangkat hingga pulang ke tanah air nanti,” kata anaka bungsu Salamah, Imam Supingi.
Menurut Supingi jelang keberangkatannya tanggal 27 Mei nanti, Salamah dalam keadaan sehat, tidak mengelubkan sakit. Selama ini pun Salamah, tidak memiliki riwayat penyakit. Makannya pun sehari-hari juga masih banyak.
“Makannya masih teratur. Dikasih beberapa potong ketela rebus pun juga dihabiskan oleh ibu,” katanya.
https://beritajatim.com/politik-pemerintahan/lepas-329-jemaah-calon-haji-kota-kediri-ini-pesan-mas-abu/
Supingi bercerita bahwa ibunya daftar sebagai jemaah haji pada tahun 2013 lalu. Untuk biasa pendaftaran jemaah haji itu, pihak keluarga memutuskan untuk menjual tanah milik Salamah. Sisa uang penjualan tanah pun disimpan untuk melunasi pembayaran berangkat haji itu.
“Jadi biaya berangkat haji ibu itu dengan menjual tanah sawahnya,” ungkap Supingi yang mempunyai usaha bengkel las tersebut.
Keinginan Salamah untuk berangkat haji ini, berawal saat dirinya mengikuti pengajian simaan Al Quran Rabu Pahing. Saat pengajian itu, dirinya berjumpa dengan teman-teman dari mana-mana. Dari obrolan mereka, akhirnya Salamah berkeinginan untuk daftar jemaah haji.
“Teman-teman itu bicara tentang ibadah haji, nah ibu kepingin dan minta untuk didaftarkan pada tahun 2013 lalu itu. Kita sekeluarga ikhlas, Ibu berangkat haji,” pungkasnya. [end/but]






